KLS Hanya Tunggu Moraturium Dicabut

0
147

KERUAK, Warta Rinjani – Nota kesepemahaman rencana Pemakaran Lombok Selatan (KLS) telah keluar. Seiring itu, secara adminitrasi persiapan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) ini telah dianggap rampung. 

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman kemarin, maka secara adminitrasi sudah bisa dianggap rampung,” kata Sekretaris Pemakaran KLS, H. Saiful Haq Asri, belum lama ini.

Ia menagatakan, dulu belum pernah ada nota kesepahaman. Namun sekarang sudah ada dan ini sebagai bentuk keseriusan serta dukungan dari semua stakeholder.

Kata dia, nota kesepemahan ini penting agar antara Bupati Lotim, Gubernur NTB, Ketua DPRD Lotim dan Ketua DPRD Provinsi memiliki kesepahaman yang sama. 

Tahun 2104 lalu, jelasnya, panitia pemakaran KLS sudah mendapatkan Amanat Presiden (Ampres) Presiden Republik Indonesia. Dengan kajian selama kurun waktu tiga tahun, panitia mengulang dari awal dan sudah tuntas pada tahun 2020.

Baca Juga  Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Tak Berdosa Dibuang di Sungai Darmasari - Sikur

Dikatakannya, dalam memperjuangan KLS semua unsur harus ikut terlibat. Terutama masyakat yang akan masuk ke wialayah selatan.

Dengan dirampungkannya persiapan pembentukan KLS, maka target tahun 2020 ini akan dipersiapkan pembentukan kota madya (Kodya) Selong.

Ia mengatakan, sejauh ini masih banyak pihak menyangsikan terbentuknya KLS. Namun dengan dirampungkannya segala persiapan disebutnya sebagai bentuk jawaban atas keraguan itu.

Rasa optimis ini jelasnya, lantaran para wakil dan tokoh NTB membantu melakukan lobi-lobi taktis di pusat. Andil mereka menyuarakan dibentuknya KLS dianggap cukup signifikan.

Selanjutnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, H. Ahmad Sukisman Azmi mengatakan, pihaknya serius dalam mengawal terbentuknya KLS. Karena itu, setiap pertemuan dengan menteri-menteri terkait, ia selalu menyampaikan persoalan KLS.

Baca Juga  Kejati NTB: Masukan Masyarakat Akan Menjadi Bahan Penyusunan Addendum PT. GTI

“Bahakan, kepada Menteri Dalam Negri (Mandagri) yang baru sudah saya sampaikan,” ucapnya.

Dari Mendagri, terangnya, jawaban yang didapat masih terkendala anggaran dan menunggu moraturium dibuka oleh presiden. Namun, bukan berarti dengan jawaban itu pihaknya lansung menyerah, tetap terus diusahakan. (cr-pol)
#
Berita dan Photo : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Berita Photo : “TINJAU” Panitia Komite Pembentukan KLS dan anggota DPD RI, H Achmad Sukisman Azmy meninjau salah satu desa yang diproyeksikan menjadi kawasan KLS.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar