Korban Suspek DBD Bertambah Jadi 26 Orang

0
622

SAKRA BARAT, Warta Rinjani–Hujan yang terjadi beberapa hari ini membuat sarang nyamuk semakin menjamur pada genangan-genangan air. Tak heran jika serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi momok.

Seperti yang terjadi di RT 02 Dusun Tanjah Anjah Timur, Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur. Dari 14 warga yang dinyatakan menderita DBD rupanya bertambah lagi. Terbaru, korban suspek DBD mencapai 26 orang. 

Kepala Puskesmas Rensing, Nurhayati mengatakan, kejadian bermula sejak awal bulan Februari kemarin. Ada tiga orang yang beorbat ke Puskesmas pembantu (Pustu). 

“Gejala awalnya hanya mengalami pusing, mual, dan panas,” katanya, kepada Warta Rinjani, Sabtu (8/2).

Ia mengatakan, petugas setempat melakukan pemeriksaan langsung dan memberikan obat sesuai dengan diagnosa.

Karena belum ada gejala DBD, maka pasien dibolehkan pulang dan diminta kontrol secara rutin. Namaun selang beberapa hari ada laporan masuk ke Puskesmas bahwa di desa tersebut banyak yang mengalami tiga gejala tadi.

Ia mengatakan, setelah mendapat laporan ia meminta pasien dibawa ke Puskesmas guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Buntut dari laporan tersebut, ia memerintahkan kepada tim gerak cepat (TGC) Puskesmas untuk melakukan investigasi awal tetang laporan tersebut. 

Namun dalam waktu bersamaan, Kepala Desa (Kades) Pengkelak Mas, membawa empat orang warga ke Puskesmas. Terhadap empat orang warga tersebut didiagnosa awal hanya suspek tipes (typoid). Berselang beberapa waktu ada sepuluh warga setempat yang dilarikan ke Puskesmas.

Baca Juga  Kini, Lotim Sudah Berstatus Zona Oranye

Jadi jumlah warga setempat ada empat belas orang. Keempat belas warga tersebut mendapat perawatan instensif. Keesokan harinya, ia melakukan pemeriksaan laboraturium. 

“Dari hasil pemeriksaan lab, delapan orang yang positif DBD dan tiga orangnya positif typoid,” terangnya. 

Ia mengatakan, pada hari berikutnya ia turun ke dusun tersebut untuk melakukan sampel air dan malakukan pemeriksaan terhadap 61 orang warga. Dari jumlah teraebut, ada dua orang warga lagi yang harus mendapatkan perawatan intseif. Praktis, warga tersebut dibawa ke Puskesmas.

Bukan hanya mengambil sampel, katanya, ia juga melakukan sosialisasi dan pembersihan sarang nyamuk (PSN). Pihaknya mengajak masyarakat untuk membersihakan tempat penampungan air.

Hasilnya, semua rumah di dusun terabut didapati jentik nyamuk. Untuk antispasi pihak puskesmas menaburkan abate agar jentik-jentik nyamuk tersbut mati. 

Ia menjelaskan, buntut dari permasalahan tersebut, masyarakat setempat rata-rata menampung air hujan menggunakan baskom, ember dan menggunakan terpal. Air hujan tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari yakni untuk mandi bahkan sampai memasak. 

Ia mengatakan, selain itu di dusun tersebut banyak kandang sapi yang letaknya berdekatan dengan rumah warga. Sehingga, hari inipun pasien bertambah sebanyak dua belas orang dibawa ke Puskesmas untuk menjalankan perawatan instesif.

Baca Juga  Bunda Niken Tegaskan PKK NTB Siap Menjadi Organisasi Modern

“Akibatnya dari itu kan baik lalat maupun nyamuk semakin senang bersarang dan menyebar penyakit pada kita. Namun, untuk desa di wilayah Kecamatan Sakra Barat belum ada laporan maupun hasil diagnosa dari pustu dan Puskesmas. Kedepan kami akan lebih intensif melakukan sosilisai pada masyarakat ,” katanya. 

Selanjutnya, Kepala Desa Pengkelak Mas, Muhamad Rais mengatakan, kejadian ini cukup meresahkan warga. Penyebabnya, warga rata-rata mengidap penyakit yang sama. Bahkan, mayarakat menganggap kejadian itu sebagai serangan virus corona.

Ia menagatakan, masyarakatnya masih berpikit tradisional. Masyarakat tahunya berobat tradisional, yakni bebubus, besembek, dan lain sebagainya.

Ia berharap sosialisai tentang kesehatan terutama kesehatan lingkungan. “Hari ini saja warga yang terkena dampak bertambah dua belas orang. Jadi total 26 orang yang berada di Puskesmas Rensing,” katanya. 

Camat Sakra Barat, Mahruf mengatakan, terkait dengan dua musibah ini, ia telah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. Pihaknya meminta agar ada perbaikan dan pengadaan tower air. 

Alhamdulillah BPBD merespon untuk rumah yang terkena puting beliung akan dilakukan perbaikan dan untuk kekurangan air akan diberikan tower sebagai solusi awal kukarangan air bersih. Bagi pasien yang saat ini ada di Puskesmas dan belum punya BPJS, Pemdes bersama Kecamatan akan mengurusnya ke Dinas Sosial melalui UPTK,” tandasnya. (cr-pol) 

#
Saipul Yakin/Warta Rinjani
MEWABAH: Kasus DBD di Dusun Tanjah-Anjah Timur semakin mewabah. Tercatat 26 warga yang sudah dilarikan di Puskesmas Rensing.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar