Kota Selong Dikunci Rapat Bagi Pendatang

1
8755
KOORDINASI: Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy menggelar rapat koordinasi berjama jajaran Forkominda memberlakukan lock down terhadap Kota Selong. (Suhaidi/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Terhitung Selasa (31/3), Kota Selong dan sekitarnya akan dikunci rapat-rapat atau ditutup sementara bagi para pendatang.

Penegasan itu disampaikan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, usai menggelar rapat penanganan dan pencegahan COVID 19 di kantor Bupati, Senin (30/3).

Selama masa proses “lock down” tersebut, arus lalu lintas askan ditutup. Penutupan dimulai di jalan utama simpangan Gelang hingga masuk ke wilayah Kota Selong.

“Saya sudah meminta Kapolres Lombok Timur untuk menutup jalur-jalur utama dari dan menuju Kota Selong. Besok, Hari Selasa jalur di persimpangan Gelang itu ditutup,” katanya.

Lockdown atau penutupan sementara ini bersifat lokal dan bukan menyeluruh. Jika keadaan sangat darurat, lock down akan diberlakukan sepanjang permintaan Pemprov NTB.

Untuk me-lock down daerah, jelasnya, segala sesuatu yang ditimbulkan bukan menjadi tanggungan Pemkab Lombok Timur. Melainkan kewenangan Pemprov NTB. Termasuk dari sisi pendanaan.

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Penutupan arus besar dari jalan Gelang kata Sukiman Azmy, bagian dari melokalisir wilayah setempat. Namun, masyarkat yang hendak ke dalam kota bisa melewati jalur lainnya.  Misalnya, ke arah kiri bisa melewati Sekarteja dan ke arah kanan tembus ke Rakam.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan SPd, mendukung penuh langkah antisipatif Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menutup akses jalan utama menuju Kota Selong.

“Saya kira saya sepakat dengan pak bupati untuk me-lock down Kota Selong. Tujuannya untuk mengamankan mereka yang hendak masuk Kota Selong terutama mereka yang dianggap berpotensi menyebarkan virus, termasuk para tenaga kerja yang baru pulang dari luar negeri,” katanya.

Antisipasi itu perlu dilakukan, mengingat tidak semua orang memiliki gejala yang sama untuk dikatakan sebagai ODP dan PDP. Orang Tanpa Gejala (OTG) tapi berpotensi menyebarkan virus, patut diwaspadai. Sehingga, pengawasan dan pemeriksaan menjadi sangat perlu dilakukan pihak terkait.

Baca Juga  Polsek Sakra Gerebek Rumah Penjual Miras Tradisional

Namun, patut juga dipertimbangkan dampak lain jika diberlakukan lockdown lokal tersebut. Sehingga, distribusi barang-barang kebutuhan dari dan menuju Kota Selong tidak terhambat. 

Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio, SIK MSi mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemkab Lombok Timur dalam penanganan pencegahan Covid 19. Langkah tersebut mampu menekan dan melokalisir penyebaran virus corona di wilayah  yang dianggap menjadi ‘zona merah’.

“Saya salut dengan tindakan bupati dalam mengantisipasi kemungkinan yang terjadi selama ini, sehingga mereka yang sudah masuk dalam daftar ODP dan PDP segera dilokalisir atau diisolasi agar penyebarannya tidak meluas,” ungkapnya.

Tunggul Sinatrio juga mendukung untuk dilakukan lock down Kota Selong dalam mengantisipasi dan mengurangi risiko penularan kepada orang yang datang dari luar.

“Kami akan mengatur arus lalu lintasnya besok untuk menutup sementara waktu jalan utama di Gelang,” akunya. (dy)

1 KOMENTAR

  1. Salut utk pemkab lotim…
    Tapi kalo mencegah virus yg datang, jangan setengah2 donk… Yang ditutup jalur utama saja, sedangkan jalur pinggiran masih dibuka lebar, ya percuma sj kalo spt ini, kesempatan utk masuknya org yg terpapar masih sangat besar. Seharusnya pemkab segera adakan lockdown.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar