KUA Kecamatan Terara Sosialisasi UU Perkawinan

0
234

TERARA, Warta Rinjani—Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Terara Lombok Timur belakangan ini terus intensif  menggelar sosialisasi Undang-Undang Perkawinan terbaru.

“Tujuan sosialisasi ini untuk bisa mencegah perkawinan di usia yang belum matang atau masih di bawah umur,” kata Penghulu Kecamatan KUA Terara, H Lutfi Arsyad MSi, kepada Warta Rinjani, Kamis (30/1).

Diketahui sosialisasi ini dilaksanakan atas dasar adanya perubahan regulasi. Perubahan itu yakni Undang-undang No. 01 Tahun 1974, menjadi Undang -undang No 16 Tahun 2019.

Ia menjelaskan, Undang-undang Perkawinan No. 16 tahun 2019 mengamanatkan setiap orang tua agar memberikan nasihat kepada anak-anaknya menikah pada usia yang sudah pantas. Selain itu, pihaknya juga meminta agar semua pihak berhati-hati dengan medsos demi mencegah pernikahan dini.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

“Kita pada acara perkawinan misalnya, di situ kita kasih pemahaman kepada orang tua agar nikah jika umurnya 19 tahun. Apalagi sekarang sudah ada Undang-undang No. 16 tahun 2019, tentang usia perkawinan itu, bagi Laki-laki 19 tahun dan wanita harus 19 tahun,” jelasnya.

Dengan adanya undang-undang ini, katanya, KUA Kecamatan Terara berkewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan  turun langsung dan melibatkan semua elemen. Baik dari tokoh agama, kepala desa, kepala wilayah, dan penyuluh agama yang tersebar di setiap desa se Kecamatan Terara.

Sosialisasi ini disebutnya sebagai salah satu cara mencegah perkawinan di usia dini. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam sosialisasi ini juga melibatkan para penyuluh agama non PNS.

Baca Juga  Sandiaga Uno: Pacoa Jara, Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

“Terkait hal sosialisasi ini, penyuluh non PNS kita suruh sosialisasi kepada masyarakat di sekitar desanya masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkan, penyuluh ini juga tetap garis koordinasi dan pengawasannya di bawah KUA Kecamatan Terara. Koordinasi dijalankan agar program pemerintah yang sedang diamanatkan tetap bisa berjalan.

Sementara itu, Camat Terara Lalu Budi Istiawan, sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh KUA setempat. Lewat sosialisasi yang dilakukan diharap bisa menekan angka pernikahan dini di masyarakat.

“Karena angka pernikahan dini ini harus terus ditekan. Pernikahan dini tidak baik untuk pasangan pengantin dari aspek kesehatan dan yang lainnya,” ucapnya. (cr-sul)

Berita dan Photo : Sulpi/Warta Rinjani
Berita Photo : “TEKAN NIKAH DINI” Jajaran KUA Kecamatan Terara terus mensosialisasikan UU Pernikahan terbaru untuk menekan pernikahan dini.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar