Lebih Dari Lima Balon Kades, 11 Desa Wajib Ikuti Seleksi

0
295

LOMBOK TIMUR – Panitia kabupaten dan desa akan menyeleksi 11 desa dari 29 desa yang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Lombok Timur, 28 Juli 2021 mendatang.

Ke-11 desa tersebut memiliki bakal calon (balon) kepala desa lebih dari lima orang. Seleksi terhadap balon itu untuk menentukan maksimal 5 orang yang akan berkontestasi dalam pilkades.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Desa (PKD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur, Lukman Nul Hakim, SE menegaskan, seleksi terhadap balon kades sepenuhnya menjadi wewenang panitia ditingkat desa. Tetapi, untuk menghindari penilaian subyektifitas maka, panitia desa dapat bersurat ke panitia kabupaten untuk menyelenggarakan seleksi.

“Kami sudah mengundang seluruh desa yang menggelar Pilkades. Sekaligus membuat kesepakatan yakni deklarasi netralitas panitia. Termasuk menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya nanti,” papar Lukman Nulhakim didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lotim M. Khairi, SIP, M.Si, Jum’at (4/6).

Baca Juga  Sembalun Jadi Pusat Pembelajaran Gratis

Dalam pertemuan itu kata Lukman, pelaksanaan Pilkades harus sesuai dengan regulasi yang ada.
Bahkan diminta adanya komitmen dari panitia agar tidak ada lagi keberpihakan kepada masing-masing calon.

“11 desa yang punya balon kades lebih dari lima. Untuk menyeleksinya, panitia desa dapat bersurat ke panitia kabupaten untuk menyelenggarakan seleksi dalam menetapkan 5 calon,” kata Lukman.

Dalam regulasi yang ada, Panitia kabupaten tidak boleh mengintervensi panitia desa. Karena hak sepenuhnya berada ditingkat desa. Hanya saja, untuk menghindari subyektifitas baik panitia kabupaten dan desa berkolaborasi melaksanakan seleksi. Bagi panitia kabupaten tambahnya, tidak ingin disebut melanggar aturan apalagi mengambil alih gawe panitia desa.

Baca Juga  Pemprov NTB Komitmen Membangun SDM

Dalam seleksi itu, tentunya ada penilaian-penilaian bagi balon untuk memperoleh kriteria yang disyaratkan dalam regulasi. Selain tes akademis, ada empat penilaian lainnya. Diantaranya, pendidikan, pengalaman kerja, usia dan dukungan.

“Tes akademis inj memiliki poin 40 persen sedangkan empat tes lainnya memiliki nilai 60 persen. Untuk pelaksanaan tes akan digelar pada tanggal 15 Juni mendatang,” tandas Lukman Nulhakim. (wr-di)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar