Mahasiswa Unhaz Sokong Program Zero Waste

0
253

SAKRA, Warta Rinjani—Kunjungan pendidikan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Universitas Hamzanwadi (Unhaz) Selong ke Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur patut diapresiasi. Kunjungan ini dihajatkan merubah pola pikir masyarakat tentang sampah.

“Kegiatan yang kami lakukan selama dua minggu itu difokuskan pada program pengentasan sampah,” Ketua Panitia Tour Pendidikan, Suhaimi, kepada Warta Rinjani, Jumat (7/2).

Keterlibatan mahasiswa dalam program zero waste disebutnya patut didukung oleh semua pihak. Apalagi, program tersebut merupakan visi misi Pemprov NTB.

“Kegiatan ini  salah satu progran unggulan HMPS Ekonomi. Salah satu tujuannya adalah untuk mewujudkan Tri Darma perguruan tinggi. Program pengabdian ini penting bagi mahasiswa sebagai modal melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga  NTB Care, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Fokus program ini ke zero waste, terangnya, karena menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Program pemerintah menurutnya harus didukung oleh berbagai kalangan, terutama kaum terpelajar. 

Untuk itu, salah satu fokus program tour pendidikan ini adalah membuat kerajinan berbahan plastik. Yakni membuat karangan bunga, kursi, meja dan lainnya. 

“Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk. Di Desa Rumbuk sebenarnya sudah ada konsep pengelolaannya, tapi belum tersosialisasi dengan baik. Salah satu yang terbarik adalah dari sampah bisa menabung,” jelasnya.

Masih kata Suhaimi, masyarakat diajak menciptakan mesin uang hanya dengan mengumpulkan sampah lalu membuat rekening. Ini karena sampah tersebut dibayar oleh pengelola.

Baca Juga  Pemkab Loteng Fasilitasi Dekranasda dan LASQI

Pola pikir (mindset) masyarakat dirubah hanya dengan barang bekas. Sehingga, ada pemasukan tambahan bagi mereka.

Terpisah, Kepala Desa Rumbuk Suhirman mengatakan, ia bersyukur desanya menjadi tujuan program unggulan organisasi kemahasiswaan. Menurutnya ini akan berdampak baik bagi perubahan mindset masyarakat terhadap sampah. 

“Kadang masyarakat harus melihat orang luar dulu terlibat dalam program ini, dan ini bisa menjadi salah satu bukti. Jika kalau sudah ada bukti pasti mereka mau terlibat,” tandasnya. (cr-pol) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

BERNILAI EKONOMIS: Sampah bisa bernilai ekonomi tinggi bila dikelola dengan benar.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar