Masyarakat Desa Batuyang Minta Kades Transparan

0
129

PRINGGABAYA, Warta Rinjani – Sejumlah masyarakat Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya mendatangi kantor desa setempat, Rabu (22/01). Kedatangan warga guna menuntut kejelasan transparansi penggunaan anggaran oleh kepala desa.

Koordinator lapangan, Mahfud meminta kejelasan sistem perekrutan perangkat desa beberapa waktu lalu. Prosea rekrutmen diduga dilakukan secara sepihak oleh oknum kepala desa.

Ia menduga proses prekrutan tersebut menyalahi aturan. Karena itu, ia meminta kepada kepala desa transparan dalam proses perekrutan tersebut.

“Pada saat perekrutan perangkat desa tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Ada oknum yang bermain dalam proses ini,” kata Mahfud.

Tak hanya itu, warga juga meminta tranaparansi penggunaan anggaran bantuan gempa tahun lalu. Menurutnya ada penyelewengan yang dilakukan oleh oknum kepala desa terhadap dana bantuan tersebut.

Hal ini dicurigai masyarakat sejak dicabutnya plang transparansi anggaran bantuan yang telah dipasang di depan kantor Desa Batuyang. Tak ragu, masyarakat merincikan anggaran yang diduga diselewengkan

Beberaoa item anggaran yang diduga diselewengkan yakni antara lain, pelangsiran reruntuhan sebesar Rp. 54.975.000, ongkos langsir sekitar Rp. 98 juta, anggaran dapur umum Rp. 68.720.000 dan perabotan sebesar Rp. 8.750.000

Baca Juga  Soal Kuota CPNS dan PPPK Lotim, BKPSDM Akui Ada Kesalahan Teknis

Warga mengaku, tidak mengetahui alur perguliran dana tersebut. Warga mengaku hanya mendapat bantuan dari BRI cabang Pringgabaya.

Selain itu, warga juga meminta transparansi pengalihan anggaran dana desa 2019 silam. Menurut warga, tidak ada program yang dilakukan pemerintah desa selama ini, ia curiga akibat tidak dipasangnya papan pengumuman oleh pemerintah desa.

“Bukan hanya sistem rekrutmen, namun ada juga dana yang kami tidak tahu ke mana arahnya. Waktu gempa ada bantuan, tapi tak pernah kami terima. Dana bantuan itu dikemanakan,” tanyanya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan anggaran 2019. Selama ini tidak ada program dari desa, sementara plang pengumuman penggunaan anggaran juga tidak ada.

Dugaan tersebut dijawab tenang oleh Kades Batuyang, Drs Syarafudin. Ia menjelaskan secara rinci tudingan yang diajukan kepadanya. Tak segan ia mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan proses rekrutmen perangkat desa sesuai dengan peraturan yang ada melalui peraturan bupati.

Baca Juga  Pemkab Lotim Beri Perhatian Kepada Honda Karena Dinilai Rentan

Selain itu, tudingan penyelewengan anggaran juga dijelaskan dengan santai. Ia merincikan beberapa pos anggaran tempat penggunaan dana bantuan sebesar 309 juta. Ia mengaku, menggunakan dana tersebut sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bahkan tak segan diakui dana itu dipungut pajak sebesar 30 juta oleh tim Inospektorat Lotim kala itu.

“Anggaran bantuan yang kami terima waktu itu telah digunakan sepenuhnya sesuai ketentuan, termasuk dana yang dirincikan. Bahkan kala itu Inspektorat menagih kepada kami pajak sebesar 30 juta, kami tidak mengetahui pajak tersebut ada,” tegasnya.

Tak ingin berlama, Syarifudin berjanji akan menuntaskan pekerjaan yang belum selesai. Ia memastikan akan membuka data tudingan terhadapnya di depan perwakilan warga nantinya.

“Saya akan buka data kepada masyarakat biar jelas, sehingga masyarakat tidak menduga duga lagi kemana pos anggaran desa,” tegasnya. (cr-hen)

Berita dan Photo : Hendri Setiawan/Warta Rinjani
PROTES: Warga Desa Batuyang memprotes kades setempat terkait transparansi penggunaan dana desa.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar