Mau Aman Bekerja di Luar Negeri, Harus Kantongi BNSP

0
243

SELONG, Warta Rinjani – Persoalan tenaga kerja ilegal masih menjadi masalah krusial yang dirasakan di NTB. Ditaksir jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat dari jalur legal tak lebih dari 10 persen. “Selebihnya diperkirakan TKI yang diberangkatkan itu melalui jalur non prosedural,” ungkap Kepala Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Cahaya Nusantara, L. M Suprial Wahid S.Ag, Selasa (24/12).

Menyadari rentannya pengiriman TKI melalui jalur ilegal, Suprial mengaku memantapkan niat mendirikan lembaga resmi pelatih TKI. Lembaga ini didirikan agar TKI yang dikirim memiliki keterampulan yang dibutuhkan sesuai penempatan kerja.

Keberadaan lembaga ini didasarkan oleh kondisi penempatan tenaga kerja domestik Indonesia, khususnya NTB yang kebanyakan non prosedur. Lembaga yang didirikan ini merupakan satu-satunya di NTB dengan yang memiliki sistem komputer (sisko).

Pria yang juga sekretaris APJATI NTB ini menjelaskan, salah satu syarat yang harus terpenuhi bagi pekerja domestik keluar negeri dalah harus memiliki sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Propesi (BNSP). Sertifikat ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Proporsi (LSP) dan mendapatkan izin dari BNP2TKI.

Lantaran BLKlN yang didirikan ini satu-satunya yang resmi di NTB, Suprial berencana membuka cabang di Pulau Sumbawa. Dibukanya cabang di sana sebab lembaga yang sama belum ada.

Sesuai Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor M/5/HK 04.00/VII/2019, tentang pembentukan wajib sertifikasi kompetensi terhadap jabatan bidang SDM, di tahun 2020 bukan hanya pekerja domestik yang akan dilatih. Namun semua yang akan ke Luar negeri harus dilatih. “Termasuk yang akan bekerja di perkebunan sawit, perhotelan dan bangunan akan dilatih” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya BLKLN Cahaya Nusantara yang dipimpinnya bisa menghindari penempatan pekerja ilegal di luar negeri. Mengingat kasus TKI ilegal merupakan persoalan bersama.

Kepala Seksi (Kasi) Informasi Kerja Penempatan dan Perlindungan Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi ( Disnakertrans) Lombok Timur, R. Bambang Dwi Minardi menyatakan, Cahaya Nusantara merupakan satu-satunya yang memiliki izin dari BNP2TKI. Lembaga ini telah diberikan izin melatih para pekerja yang akan dikirim ke luar negeri. “BKLN Cahaya Nusantara itu satu-satunya yang memiliki izin dari BNP2TKI,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia, menjelaskan dengan adanya BLKLN Cahaya Nusantara di Lombok Timur sangat membantu Dinas Tenaga Kerja setempat memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja Indonesia (TKI). “Ya kita merasa sangat terbantu dengan keberadaannya,” tutupnya. (cr-yk)

Berita Photo : Hairul Subawaih/Warta Rinjani
Kepala Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Cahaya Nusantara, L. M Suprial Wahid S.Ag, saat menerima kunjungan Warta Rinjani, Selasa (24/12).

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar