Menikmati Sensasi Malam di Kayangan Hill

0
244

LAPORAN UTAMA SENJA sudah semakin condong di kaki langit bagian barat. Sinar temaram perlahan beranjak menjadi gelap.

Di atas sana, di cakrawala yang membentang luas. Satu demi satu bintang-bintang mulai menampakan diri. Semilir angin yang berembus menusuk daun telinga seolah mengundang aroma melankolis akut.

Keheningan yang menyergap sekeliling memastikan siapa saja akan tenggelam dalam kekhidmatan penuh. Hanya suara-suara serangga yang terus mengiring perjalanan malam.

Demi mengusir gelap, satu per satu kemah-kemah yang berdiri di padang itu menyalakan api unggun. Tak hanya mengusir gelap, tapi juga cukup membantu mengusir dingin yang mulai merayap.

Begitulah suasana perkemahan di Bukit Kayangan (Kayangan Hill). Bukit yang terhampar di Desa labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya ini menyajikan sensasi panorama malam yang luar biasa.

Bayangkan saja, padang yang cenderung presisinya ke timur ini menghamparkan pemandangan laut Selat Alas. Selat yang menghubungkan Pulau Lombok dan Sumbawa ini terlihat jelas dilengkapi pulau-pulau kecil (gili) yang berada di tengah lautan.

Berbeda degan suasana malam, hamparan laut Selat  Alas ini seolah berlomba dengan langit. Kerlap-kerlip lampu perahu nelayan seumpama bintang-bintang yang tak kalah banyak. Itulah yang menjadi daya pikat sekaligus sensasi di bukit tersebut.

Untuk sampai di Kayangan Hill tidak lah sulit. Dari akses jalan utama menuju Labuhan Lombok, tepatnya di dekat bukit Sampoerna, pengunjung cukup berjalan sekitar 100 meter. Perjalanan selama waktu tempuh itu memastikan pengunjung sudah tiba di puncak bukit tersebut.

Baca Juga  Kini, Lotim Sudah Berstatus Zona Oranye

“Biasanya kami camping ground di sini pada malam minggu saat libur kuliah,” ucap Hendri, salah satu pengunjung yang ditemui Warta Rinjani, belum lama ini.

Dipilihnya Kayangan Hill sebagai lokasi perkemahan lantaran jarak tempuh ke bukit ini tidak memakan waktu. Belum lagi tempat ini menyajikan pemandangan luar biasa, terutama ketika malam hari.

Alasan lainnya, kata Hendri, tempat ini sangat aman bagi pengunjung. Kebutuhan air bersih bagi penggemar alam lepas juga bisa didapatkan dengan mudah.

Namun begitu, bukit yang berada tepat di pinggir pantai ini belum digarap oleh desa setempat. Tak heran, potensi pendapatan desa tidak bisa dimaksimalkan.

Kepala Desa Labuan Lombok, Massaro mengaku, sejak lama pihaknya telah membidik lokasi tersebut. Hanya saja, minimnya kesadaran masyarakat terhadap wisata menjadi kendala utama.

Meski demikian, Massaro bertekad akan tetap membangun wisata Kayangan Hill pada pertengahan tahun 2020 ini. Pembangunan di lokasi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kita punya beberapa lokasi wisata, tapi hingga saat ini belum bisa kita kelola. Penyebabnya karena minimnya kesadaran masyarakat terhadap wisata,” ujarnya.

Kendala lain yang dihadapi Massaro yakni, anggaran dana desa belum cukup mengarah ke sana. Karena itu, jumlah anggaran yang akan diarahkan untuk menata kawasan Kayangan Hill ini belum dipastikan jumlahnya.

Lontaran ini disampaikan lantaran pihaknya masih dalam proses penyusunan anggaran. Karenanya, alokasi anggaran yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga  Dispora Lotim Berikan Penghargaan Bagi Pemenang Pemuda Pelopor

Meski belum mematok jumlah anggaran yangakan digunakan, Massaro sudah juga memiliki ancang-ancang lain dalam pembangunan pariwisata di desanya. Ia berencana akan rumah adat yang dilengkapi dengan pakaian adat.

“Rencana ini kita harap bisa terealisasi dan bisa semakin menarik minat wisatawan,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Lombok Timur, Supriadi mengapresiasi rencana kepala desa Labuan Lombok. Pihaknya siap mendukung rencana tersebut dalam bentuk kerja sama.

Ia berjanji akan membantu untuk mendatangkan wisatawan luar negri nantinya.

“Kalau wisata Kayangan Hill ini jadi, kita siap bersinergi. Kita akan bantu datangkan tamu dari luar negeri,” ucapnya.

Pemuda asal Suela ini menilai, wisata desa merupakan penopang pendapatan asli desa yang terbesar. Karena itu dirinya mengajak pemerintah desa mendukung pertumbuhan wisata di Lombok Timur. 

“Dimana-mana, potensi wisata itu adalah penopang PADes terbesar. Untuk itu mari kita sama-sama memajukan wisata Lombok Timur satu per satu,” katanya.

Tak canggung, Supriadi menceritakan pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia pariwisata. Ia mengaku, telah banyak membantu mengembangkan wisata di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lombok Barat.

Karena itu dirinya sangat menyayangkan potensi di daerah sendiri belum sempat dibantunya. 

“Pengalaman di pariwisata sangat banyak. Namun sayang, selama ini kita bantu daerah orang. Saat ini kita pulang dan mari kita bangun bersama,” katanya.

Sementara itu, Azhar, warga setempat mengaku, dirinya dan warga sangat mengapresiasi jika pembangunan sektor wisata digalakan di desanya. Dirinya yakin pertumbuhan ekonomi masyarakat akan berubah signifikan. Dirinya juga siap mendukung pembangunan wisata Kayangan Hill.

“Kita yakin, kehadiran parwisata dapat merubah nasib masyarakat. Karena itu kita siap mendukung pemerintah desa membangun wisata ini,” tutupnya. (cr-hen)

Berita & Photo : Hendri Setiawan/Warta Rinjani
Berita Photo : “SENSASIONAL” Pemandangan di arena camping ground Kayangan Hill menjadikan panorama sensasional (meransang perasaan)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar