Menjajal Alam Lepas di Savana Propok

0
400

WANASABA, Warta Rinjani—Pemandangan hijau terhampar sejauh mata memandang. Pemandangan itu mencuri pandang begitu rupa layaknya permadani berukuran raksasa.

Di sekeliling “permadani raksasa” itu, ada bukit-bukit yang mengitarinya. Bukit tersebut ditumbuhi sejumlah pohon-pohon hutan dengan beraneka ragam ukuran.

Di waktu sore, tepatnya sekitar pukul 16.00 Wita atau 17.00 Wita, pengunjung akan disergap halimun. Kabut tebal yang membawa hawa dingin ini menjadi sensasi luar biasa.

Keindahan kabut ini terutama ketika kedatangannya secara tiba-tiba dan perlahan merayap di permukaan tanah. Pengunjung yang mendatangi tempat ini dipastikan tak akan menemukan sensasi serupa andai bukan di tempat ketinggian.

Itulah padang savana Propok. Padang savana yang membentang luas dengan pemandangan hijau yang ditumbuhi rumput dan ilalang di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba Lombok Timur ini berada di lereng kaki Gunung Rinjani.

Desa yang berada tak jauh di bawah kaki gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jayawijaya di Papua dan Gunung Kerinci di Sumatera ini memiliki beragam potensi yang patut dikembangkan. Di savana propok ini bisa dibilang sebagai lokasi paling recommended sebagai tempat camping ground atau berkemah.

Berbeda dengan lokasi camping ground lainnya di sekitar Gunung Rinjani seperti Bukit Pegasingan, Bukit Anak Dara dan beberapa bukit lainnya. Savana propok tercatat sebagai camping ground terluas.

Baca Juga  SDN 04 Medas Jadi Sekolah Plastik Blok Pertama di Dunia

Karena keindahan panorama pemandangan yang disuguhkan tempat ini, tak heran jika desa ini mulai ramai diperbincangkan jagat media sosial.

Banyak dari para netiezen yang ingin meluangkan waktu menjajaki trip menuju savana Propok.

Sekedar referensi, menjadi penting diketahui rute menuju tempat tersebut. Sepanjang perjalanan menuju savan tersebut, pengunjung akan ditegur keramahan masyarakat setempat. Masyarakat yang rata-rata menggantungkan hidup dari pertanian itu tak segan menyapa orang-orang baru dengan senyuman mereka.

Di perkampungan- perkampungan yang dilewati pengunjung, akan mudah ditemukan warga yang menyangrai kopi. Kopi dari jenis robusta dan arabika ini sangat layak dijadikan sebagai buah tangan jika kembali dari lokasi perkemahan.

“Kalau tidak mau dibawa pulang, kopi itu bisa dibeli langsung di masyarakat sekitar dan diminum saat sedang berkemah,” kata Ari Satriadi, mahasiswa Universitas Mataram, kepada Warta Rinjani kala menjajal savana tersebut.

Desa Bebidas, jelasnya, memiliki banyak potensi alam yang dapat dikelola oleh desa. Salah satunya adalah wisata savana Propok.

Tak ragu, Ari Satriadi menuturkan pengalamannya menjajaki wisata savana tersebut. Selain indah, ia mengaku savana Propok menawarkan kenyamanan yang berbeda dari sekian banyak wisata yang dikunjungi selama ini. 

“Wisata savana propok ini sangat indah. Selain nyaman, di sini juga terjamin keamanan,” kata Ari.

Savana yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kantor desa ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi. Ini kaarena di savana tersebut berbagai jenis tumbuhan yang ada menyimpan ribuan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan obat dalam bidang kesehatan.

Baca Juga  Pemprov NTB Luruskan Beda TV Digital dan Analog Pada Masyarakat

Karena itu, Ari menyarankan kepada pemerintah desa untuk mengelola serius wisata savana itu. Savana Propok disebutnya akan menjadi aset desa yang sangat luar biasa.

“Selain keindahannya, wisata Propok ini menyimpan banyak tumbuhan obat. Untuk itu kami menyarankan kepada pemerintah desa untuk menjaga dan mengelolanya secara penuh,” pintanya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Bebidas Muhammad  Habihusbianka mengungkapkan, pemerintah desa sudah tertarik sejak melirik destinasi wisata tersebut. Namun, savana Propok belum bisa dikelola hingga saat ini lantaran masih fokus pada penangkaran rusa yang dibangunnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Habihusbianka menjelaskan, penangkaran rusa yang dibangunnya tersebut masih belum mendatangkat PADes untuk desanya. Ia mengaku, lahan pembangunan penangkaran disewanya sebesar Rp 10 juta per tahun. Hal ini membuatnya dan perangkat desa lainnya masih ragu untuk merealisasi destinasi wisata yang baru.

“Wisata savana Propok sudah lama kita lirik. Namun kita fokus dulu dengan penangkaran yang sudah kita bangun. Penangkaran ini sendiri belum mendatangkan PADes, sehingga untuk membangun yang baru kita masih perlu merundingkan,” jelasnya.

Ia mengaku, pemerintah desa akan menganggarkan untuk savana Propok sesuai kebutuhan penataan wisata tersebut. “Sebenarnya saat ini kita sedang pengkajian. Kita akan anggarkan sesuai kebutuhan penataan hingga siap dioperasikan,” tutupnya. (cr-hen)

Hendri Setiawan/Warta Rinjani

MENAWAN: SavanaPropok di Desa Bebidas menyajikan pemandangan menawan, terutama padang rumput yang luas dan halimun di waktu sore.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar