MMD Bagian Program Kesehatan di Jerowaru

0
150

Jerowaru, Warta Rinjani – Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang digagas Puskesmas Jerowaru mendapat respon positif masyarakat. Musyawarah yang digelar di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, sebagai salah satu program di sektor kesehatan.

Kepala Puskesmas Jerowaru L. Syamsul Bahri Yusuf mengatakan, Kader Desa Pemongkong telah melakukan survei mawas diri dalam memotret keadaan lingkungan dari segi kesehatan.

Dikatakannya, survei mawas diri ini memiliki dua belas indikator. Diantaranya yakni Sistem Posyandu, Sanitasi, MCK, SPAL, kepesertaan BPJS, dan penyakit yang dirasakan masyarakat.

Hasil survey dari kader setempat menjadi bahan Pemdes pada saat musyawarah Rembug Desa (Musrembangdes).

Hasil survey dari kader setempat menjadi bahan Pemdes pada saat musyawarah Rembug Desa (Musrembangdes).

“Dari hasil survey yang dilakukan kader desa adanya Persoalan yang paling menonjol yakni MCK 51,9%, dan Stunting 13,3%. Dari data tersebut pihak Puskesmas dan Pemdes, menyusun rencana tindak lanjut untuk penanganannya,” kata Syamsul.

Baca Juga  Gubernur NTB Ajukan Pengembangan Geopark Tambora ke Menparekraf. Bang Sandi : 'Kami Siap Support'

Selain itu, 20 persen dari Anggaran Dana Desa (ADD) ini dirasakan cukup besar. Kalau digunakan melalui proses perencanaan program yang tepat akan maksimal. Bila nantinya di eksekusi anggaran 2020 tepat juga. Bahkan, jika tidak muncul ditahun anggaran 2020 bisa dianggarkan tahun 2021.

Dalam program ini pula katanya, selain bekerjasama dengan Pemdes juga melibatkan Bhabinsa dan Polmas.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Pemongkong, Mukmin, berharap program yang dirancang bersama ini bisa terlaksana dengan baik. Anggaran 20 persen dari ADD ini cukup fantastis.

“Hanya sekarang bagaima cara mengeksekusi agar persoalan ini bisa selesai di 2020.

Baca Juga  Polsek Sakra Gerebek Rumah Penjual Miras Tradisional

“Apa yang sudah dibahas di forum Musyawarah Masyarakat Desa tadi, sesungguhnya pemdes dan puskesmas memetakan terkait dengan pola hidup sehat di masyarakat,” ucapnya.

Data pada puskesmas dan yang dimiliki adanya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat masih rendah. Tapi dengan adanya program ini semoga persoalan – persoalan yang menjadi problematika bersama bisa teratasi. Sehingga tercipta sebuah masyarakat yang baik dan lingkungan yang bersahabat dengan masyarakat.

Senada dengan Ketua Kader Desa Pemongkong, Hasmi. Ia menyambut baik program dari puskesmas ini.
“Semua apa yang kita bicarakan dan rencanakan hari ini, bisa terealisasi,” tandas Hasmi. (cr-pol)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar