Obel-Obel Belum Normal Pasca Banjir

0
242
MENGUNGSI: Warga RT 1 dan 2 Dusun Malempo Desa Obel-Obel mengungsi akibat diterjang banjir, Minggu (23/2).

PRINGGABAYA, Warta Rinjani—Sehari pasca diterjang banjir bandang, Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur masih terlihat belum normal seperti biasanya. Masih terlihat banyak lumpur dan kayu-kayu sisa banjir.

Pantauan Warta Rinjani Senin (24/2), hanya baru dibersihkan sebagian kecil sisa-sisa banjir di rumah-rumah warga terdampak. Masih banyak sisa banjir lainnya yang belum dibersihkan.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Obel-Obel, Abdurrahman mengatakan, banjir bandang yang terjadi kemarin bukan hanya di Dusun Melempo, tapi juga hampir di semua dusun di Desa Obel-Obel. 

“Banjir yang kemarin itu terjadi di empat titik. Namun yang paling parah hanya di Dusun Melempo,” katanya, Senin (24/2).

Ia menjelaskan, banjir bandang tersebut diakibatkan sungai yang sudah mendangkal. Buntut pendangkalan tersebut mengakibatkan sungai tidak bisa menampung debit air yang besar.

Dangkalnya aliran sungai itu mengakibatkan air naik ke areal perkampungan warga dan merendam dua RT sekaligus. Karena lajunya air tidak terbendung, warga dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi yakni di RT 03 Dusun Melempo. 

Ia mengatakan, ada 255 jiwa yang diungsikan. Jumlah ini terdiri dari 51 kepala keluarga (KK) dan 81 rumah dari dua RT di Dusun Melempo. Sejauh ini kondisi warga terdampak disebutnya masih dalam keadaan baik-baik saja, terutama dari segi kesehatan.

“Untuk keperluan makan dan minumnya juga tiga sampai empat hari kedepan terpenuhi. Tapi harus diakui, untuk sanitasi masih jauh seperti yang diharapkan,” ucapnya. 

Baca Juga  Kapolda NTB : Lotim Patut Dicontoh Daerah Lain di NTB

Persoalan lain yang dihadapi warga terdampak yakni masalah tenda darurat yang masih minim. Sampai saat ini masih ada tiga tenda dan jumlah itu disebutnya tidak cukup.

Ia membeberkan, masyarakat yang telah dievakuasi tidak bisa tidur di tenda. Ini karena kondisi tempat evakuasi masih basah. Praktis, pengungsi masih di rumah-rumah warga yang ada di RT 03, Dusun Melempo. 

“Kita juga kekurangan alas tempat tidur,” katanya. 

Banjir bandang yang menerjang Obel-Obel itu rupanya tidak saja dirasakan dampaknya oleh warga. Dampak juga dirasakan oleh pemerintah desa setempat. Akibat banjir yang terjadi, jalannya pemeinthan dan layanan publik lainnya jadi mati. Penyebabnya karena banjir juga masuk ke wilayah kantor desa. 

Belum lagi sisa lumpur akibat banjir belum bisa teratasi dengan baik. Hingga memasuki harui kedua, warga disebutnya masih trauma.

“Tapi tadi pagi memang ada dari gabungan TNI, Brimob, dan kepolisian yang membersihkan,” tandasnya. 

Selanjutnya Camat Sambalia, Ishak mengatakan, terkait dengan sisa banjir, belum pasti kapan bisa teratasi. Menurutnya, ada tim khusus yang akan turun nanti untuk lihat medan di lapangan. Tim tersebut salah satunya dari Dinas Sosial Lotim. 

“Belum bisa teratasi, masih kita fokus ke trauma healing dulu. Lagi pula tim kita banyak, jadi ada post masing-masing,” katanya. 

Terpisah, Wakapolres Lotim, Kompol Bayu Winarto mengatakan, untuk sementara dari tim gabungan Tanggap Bencana Lombok Timur, hanya memberikan bantuan berupa sembako dan air bersih. Untuk infrastruktur disebutnya menjadi tangung jawab pemerintah.

Baca Juga  Lima Pelaku Kepemilikan Sabu Diringkus Satresnarkoba Lotim

Ia juga mengatakan, ada anggota polisi yang akan mendampingi warga sampa masa pemulihan benar-benar selesai. “Akan ada penambahan tenda juga nantinya, polisi dan berserta tim lainnya sedang membantu membersihkan rumah warga,” tandasnya.

Sementara itu, catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur menyebutkan, hingga Senin siang (24/2), sebanyak 81 KK atau 255 jiwa korban terdampak banjir bandang masih berada di sejumlah titik lokasi pengungsian. Selain di Musala Darul Qur’an Dusun Melempo, warga juga sudah menempati tenda-tenda pengungsian yang dipersiapkan tim BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Hadi Purnama menyebutkan, akibat banjir bandang itu empat buah rumah mengalami rusak ringan. Diantaranya rumah As’ary, Mamiq Bayanti, Pak Fitri dan Jumati. Seluruhnya merupakan warga Dusun Malempo.

Menurut Hadi Purnama, BPBD Lotim dibantu Tim Siaga Bencana sejak awal telah berhasil mengevakuasi korban dengan penanganan pengungsi. Tim yang beranggotakan 150 orang berupaya melakukan penyelamatan kepada warga sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selain itu, pihaknya mengantisipasi kelangkaan air bersih dengan telah didroping suplai air bersih ke lokasi bencana sebanyak 2 tangki air minum. Termasuk, penyaluran bantuan logistik berupa pemberian 250 bungkus makanan siap saji, air mineral, roti dan kebutuhan lainnya.

“Tim Siaga Bencana sudah melakukan pemasangan tenda darurat sebanyak 2 unit untuk membantu pengungsi. Juga menyiapkan tim kesehatan mengantisipasi warga yang menderita sakit dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Hadi, banjir bandang yang menerjang Dusun Melempo disebabkan karena cuaca ekstrem. Ini terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Minggu siang hari pukul. 12.00  sampai pukul. 18.00 Wita. Banjir berangsur-angsur surut sekitar pukul. 19.30 Wita.

Kendati demikian, tim siaga bencana Lotim dibantu TNI/Polri tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Sampai saat ini BPBD Lotim tidak mendapatkan laporan adanya korban jiwa,” katanya. (pol/dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar