Oknum Kasek Dituding Gondol Fasilitas Sekolah

1
800

TERARA, Warta Rinjani—Sejumlah fasilitas di SD Negeri 4 Sukadana, Desa Sukadana Kecamatan Terara Lombok Timur digondol oknum kepala sekolah (Kasek). Fasilitas yang dibeli melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu diembat jelang pergantian dengan kasek baru.

Kepala SDN 4 Sukadana, Rini Tirta Sana menjelaskan, kejadian pencopotan barang milik sekolah itu berawal dari permintaan pembayaran hutang oleh kepala sekolah yang lama kepadanya. Namun yang ia tidak terima kwitansi pembayaran mengatasnamakan dirinya.

Padahal, menurut Realisasi Penggunaan Uang (RPU) dimasukkan kedalam anggran dana BOS triwulan ketiga, sebelaum dirinya memimpin sekolah itu.

“Ini lo bayar. Hutang yang ini. Tapi di kwitansi pembayaran dia tulis nama saya dan saya tidak setuju. Saya diam saja dan tidak membayarkan utangnya,” jelasnya, kepada Warta Rinjani,Jumat (14/2).

Penjelasan terkait digondolnya fasilitas SDN 2 Sukadana juag datang dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kecamatan Terara, H Saprudin. Ia menyatakan, sebenarnya fasilitas sekolah yang diambil oknum mantan kepala sekolah tersebut sudah dibayar menggunakan dana BOS triwulan tahap ketiga.

Pembayarannya sudah dilaporkan sesuai dengan Realisasi Penggunaan Uang (RPU). Hanya saja, permasalahan itu sekarang tergantung dari kepala sekolah yang baru.

“Jadi kalau merasa keberatan langsung dilaporkan saja. Bisa diusut itu. Apa alasannya fasilitas sekolah dicopot. Ini sudah dibayar di triwulan yang dulu,” jelasnya.

Apa yang dilakukan oknum mantan kasek ini disebutnya termasuk perampasan terhadap barang milik negara. Barang diambil disebutnya bukan milik pribadi mantan Kasek.

 “Barang siapa mengambil barang negara bisa dikenakan pasal. Kalau diusut bisa saja kita laporkan dia, tapikan tergantung kepala sekolah yang baru. Dia bisa mengambil keputusan sendiri dan punya hak di sana,” katanya.

Baca Juga  Kurang Dari 24 Jam, Ibu Pembuang Bayi di Sikur Ditangkap

Pengawas SD negeri Kecamatan Terara, Ramli menjelaskan, waktu kejadian pencopotan itu sekitar Hari Senin. Kala itu, ia sedang melakukan monitororing sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat berada di lokasi, jelasnya, tak lama kemudian Kasek lama datang. Setiba di sekolah yang akan ditinggalnya itu, yang bersangkutan langsung ngotot meminta Kasek baru membayar sejumlah fasilitas sekolah yang belum terbayar.

Beberapa fasilitas dan perlengkapan yang belum dibayar yakni seperti papan tulis dan lain sebagainya. Padahal barang-barang tersebut pengadaannya pada saat pencairan anggaran BOS tahap triwulan ketiga.

Mendengar apa yang diucapkan oleh Kasek lama, Kasek baru mengaku tidak sanggup membayar. Ini karena bukan tanggung jawabnya.

Ramli menceritakan, mantan Kasek lama yang mendapat respon tak sesuai hajat lantas mengancam akan mencabut peralatan yang sudah dibeli sebelumnya. Salah satunya yakni papan yang ada di pintu kelas dengan semua data-data apa yang sudah dibeli.

Kasek baru yang mendengar itu, terangnya, lantas mempersilahkan Kasek lama.

Melihat kejadian tersebut Ramli mengaku heran. Seharusnya fasilitas sekolah tidak boleh dicabut jika dibeli dari dana BOS.

“Jumlah papan nama yang dicopot adalah enam buah. Untuk membelinya kan menggunakan uang BOS. Kenapa mestinya dicopot,” sambungnya.

Sementara itu, Mantan Kepala SDN 4 Sukadana, Nuraini SPd yang diduga sebagai oknum yang menggondol fasilitas sekolah memberikan klarifikasi. Ia menyatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di Sekaroh.

Baca Juga  Pemohon SIM di Satlantas Lotim Bisa Dapatkan Vaksinasi Secara Gratis

“Saat itu adalah masa triwulan ketiga dan mau persiapan akreditasi,” jelasnya.

Karena berada di luar sekolah, terangnya, ia memasan di salah satu suplayer berupa papan data. Namun hasil rapat akan dibayar pada triwulan keempat.

Tak lama setelah itu, ia mengaku datang ke sekolah yang kala akan ditinggalkannya. Kepada kasek baru, ia memberikan informasi terkait barang-barang yang telah dipesannya.

“Ibu kepala papan data dan beberapa lainnya belum dibayar dan akan dibayar pada triwulan keempat. Tidak enak sama suplayer tempat kita berhutang. Kemarin saya pakai uang orang untuk membayarnya,” katanya.

Setelah cair triwulan keempat, sebut Nuraini, kemudian pembayaran baru akan dilunasi. Namun kasek baru tidak mau bayar.

“Mari dong dibayar papan data ini, kan belum di-RPU-kan juga. Masak saya yang rugi, akhirnya setelah tidak mau dibayar, kemudian saya cabut dan dikembalikan kepada suplayer tempat dipesan dulu. Dan yang dipesan tersebut tidak masuk dalam RPU pada triwulan ketiga,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan Nuraini, barang yang dicabutnya tidak masuk dalam RPU triwulan ketiga. Dicabutnya barang itu lantaran dirinya telah mengetahui dirinya akan dipindahkan dari sekolah yang telah dipimpinnya itu.

“Tidak ada di RPU tiga, makanya saya tidak bayar. Ngapain saya cabut, tidak ada tempat saya pakai juga. Saya jelaskan sama teman-teman sampai berapa kali dan bendahara yang jelaskan, tapi tidak dia mengerti-ngerti,” sebutnya.

Mengenai dana BOS triwulan ketiga yang dikeluarkan, Nuraini mengaku, memang benar mengambilnya karena sudah masuk pada bulan terakhir. Hanya saja, semua pengeluaran juga sudah diketahuinya segenap komponen sekolah itu.

“Semua sudah kita beli-beli dan tinggal kita bayar, apa bedanya dengan sekolah yang lain. Ini saja sampai triwulan ke empat dia yang ambil,” tutupnya. (cr-yk)

Hairul Subawaih/Warta Rinjani

DITINGGALKAN: Inilah SDN 4 Sukadana, sekolah yang ditinggalkan Nuraini sebelum dipindah ke SDN 2 Terara dan SDN 8 Suradadi.

1 KOMENTAR

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar