Pantai Pelangonan, Kini Menjadi Taman Rekreasi

0
263

LABUAN HAJI, Warta Rinjani—Pantai Suryawangi dulu dikenal sebagai tempat membayar nazar oleh masyarakat yang memiliki hajat. Tradisi membayar hajat oleh masyarakat sekitar disebut dengan pelangonan.

Tak heran jika Pantai Suryawangi yang terletak di Dusun Lengkok Dudu, Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji ini juga biasa dikenal dengan pantai Pelangonan.

Kini, pantai tersebut sudah berubah drastis. Tak hanya dijadikan sebagai tempat pelangonan, tapi juga sebagai rekreasi.

Wajah pantai ini jauh lebih memikat dibanding sebelumnya. Pantai ini sudah dipermak sedemikian rupa oleh warga setempat.

“Pantai ini dulu sebagai tempat membayar nazar, makanya pantai ini juga disebut Pantai Pelangonan,” kata salah seorang pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suryawangi, Muhsan, kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Ia mengatakan, masyarakat memang menyebutnya sebagai Pantai Pelangonan. Ini karena di pantai inilah tradisi pelngonan dilaksanakan. Tradisi ini dilaksanakan masyarakat sekitar untuk membuang penyakit ke laut. 

Baca Juga  Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark NTB dan Gesa Pembangunan Smelter

Masyarakat Suryawangi dan sekitar, sebutnya, masih menggunakan tempat ini sebagai tempat melaksanakan tradisi tersebut. Tardisi Pelangonan ini dilaksanakan oleh masyarakat yang punya nazar, yakni membuang penyakit dengan sekadar mandi di pantai tersebut.

“Masyarakat di sisni meyakini hanya di pantai ini ritual pelangonan bisa dilaksanakan. Ini karena diyakini air pantai ini bisa menjadi penyembuh penyakit,” ujarnya.

Menurut masyarakat, papar Muhsan, di pantai ini ada pertemuan dua bibir sungai dan bibir pantai. Dulu di pantai ini hanya ramai dikunjungi ketika lebaran topat. Namun sekarang, sudah ramai dikunjungi dan tidak lagi memiliki kesan angker. 

Pihaknya mengaku bersyukur karena pantai ini diberikan perhatian oleh Dinas Pariwisata. Dimana pada tahun 2018 lalu dibangun taman rekreasi di sekitar bibir pantai.

Sejak dibangunnya taman rekreasi itu, lanjutnya, tidak sedikit kalangan millenial yang tertarik mengunjunginya. Umumnya kedatangan para remaja ini biasanya sekedar rekreasi dan berswafoto.

Baca Juga  Pemprov NTB Ajak Masyarakat dan Influencer Dukung Sulis di LIDA 2021

“Sekarang setiap hari ramai. Warga bisa berdagang setiap hari,” ujarnya.

Warga sekitar yang berjualan di pantai ini, jelasnya, biasanya bis ameraup pendapatan Rp 200 hingga 300 ribu sehari. Para pedagang merasa nyaman berjualan lantaran lapak yang disediakan oleh Pemda sewanya murah. Lapak-lapak tersebut hanya disewakan Rp 400 ribu per tahun.  

Terpisah, Ketua Karang Taruna Suryawangi, Abdul Kudus mengatakan, pembangunan taman rekreasi di Pantai Suryawangi ini memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, pengelolaan pantai ini diserahkan ke pemuda melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suryawangi. 

Penyerahan pengelolaan ini, papar Kudus, ditandai dengan pelantikan Pokdarwis awal Januari 2019 lalu. Para pengurus Pokdarwis dilantik langsung oleh Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Agar tempat ini lebih menarik, Pokdarwis bekerjasama dengan Karang Taruna dan dibantu oleh mahasiswa KKN. Taman rekreasi yang ada dipermak begitu rupa dengan warna-warni yang menarik. Selain itu, dibangunkan pula spot swafoto.

Kedepan, agar kunjungan di pantai ini semakin ramai, Kudus merencanakan adanya event Pelangonan. Rencana ini akan dihelat pada 2020. (cr-pol)

Saipul Yakin/Warta Rinjani

SEMAKIN MENARIK: Sejak pantai Pelangonan dipermak, pemandangannya semakin menarik untuk dikunjungi.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar