Pantai Tanjoh Tawarkan Pesona Eksotis

0
264

KERUAK, Warta Rinjani—Pilihan alternatif berwisata di pantai kawasan selatan Lombok Timur sangat beragam. Salah satu destinasi alternatif yang perlu dinikmati sensasi eksotisnya adalah Pantai Tanjoh.

Pantai ini terletak di Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Berkat polesan tangan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Pantai Tanjoh kini tampil lebih memukau dan menyajikan panoramaeksotis bagi pengunjungnya.

Mengeksplorasi keindahan alam Pantai Tanjoh tidak saja berupa laut dan pantai indah. Bebebrapa waktu belakangan ini, kawasan pantai yang semula menjadi akses terdekat ke wisata Pantai Pink tersebut mulai ditata sedemikian rupa. 

“Awalnya wisata Pantai Tanjoh diperuntukan hanya untuk askses menyeberang ke Pantai Pink,” kata Ari Arfansyah, Sekretaris Pokdarwis Tanjoh, Sabtu (21/12).

Ia mengungkapkan, selain menjadi akses ke Pantai Pink yang begitu dekat, di tengah Pantai Tanjoh juga terdapat pasir putih. Hanya saja, pemandangan eksotis pasir putihnya baru bisa terlihat pada waktu air laut surut. 

Wisata Pantai Tanjoh bukan hanya memiliki potensi alam yang eksotis. Namun juga memiliki dampak ekonomi yang riil terhadap masyarakat setempat, terutama bagi masyarakat Desa Tanjung Luar, khususnya bagi nelayan di desa tersebut. 

Pasalnya, masyarakat di pesisir Pantai Tanjoh sejak ditata bisa membuka lapak untuk berjualan.

Pada lapak-lapak yang telah dibuka warga setempat, serapan pendapatan nelayan sekitar semakin signifikan. Para nelayan membuat berbagai macam kuliner dari hasil laut. 

Dalam proyeksi pengembangan Pantai Tanjoh di masa datang, jelasnya, kawasan ini tidak saja diperuntukan sebagai lokasi wisata. Tempat ini juga akan diproyeksi sebagai tempat belajar bagi pengunjung. 

“Tahun depan kita sudah bekerjasama dengan salah satu komunitas pengelola sampah bernama Ecobrick dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan wisata,” terangnya. 

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Kerjasama ini disebutnya akan dimulai pada tahun 2020 besok. Titik tekan kerjasama yang akan digarap yakni mengembangkan kawasan ekowisata hutan mangrove. Dengan pola pengembangan ini diharap

Desa Tanjung Luar akan benar-benar menjadi desa wisata.

Pasca ditatanya tempat wisata ini, lanjutnya, Pantai Tanjoh bukan hanya dikunjungi wisatawan lokal saja. Di tahun ini saja tercatat 50 wisatawan luar juga datang menikmasti sensasi pemandangan yang disajikan.

Dari 50 wisatawan mancanegara yang pernah berkunjung, terangnya, mereka datang dari berbagai negara. Yakni Malaysia, Tiongkok, Singapura dan Brunai. Namun kunjungan ini sempat ada penurunan sekitar 40 persen dari biasanya ketika gempa bumi melanda Pulau Lombok.

Beruntung pada tahun 2019 ini sudah kunjungan di lokasi ini mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Bahkan, di 2020 ini diprediksi akan kembali normal, atau bahkan lebih dari biasanya mengingat sudah memasuki hari libur sekolah dan menyambut tahun baru.

“Akhir tahun ini sampai memasuki tahun baru sepertinya pengunjung akan normal kembali. Baik itu pengunjung lokal maupun mancanegara,” ungkapnya. 

Dikatakan Ari, Desa Tanjung Luar mensuport melalui mekanisme BUMDes. BUMDes Tanjung Luar, nantinya akan mengelola sejenis usaha bersama. Seperti, cendramata dan suvenir khas Desa Tanjung Luar.

“Karena kalau ingin menganggarkan lansung tidak bisa, karena lahan ini milik Pemda. Jadi mekanismenya melalui BUMDes,” ungkap Ari. 

Kerjasama dengan BUMDes Tanjung Luar ini bahkan sudah mulai. Dari BUMDes sudah dianggarkan untuk pengembangan wisata mangrove.

Dalam konsep pengembangannya, jelasnya, para pengunjung bisa berwisata sambil menanam pohon bakau. Lewat program ini juga pihak pengelola kawasan wisata ini ingin memberikan pembelajaran untuk pelestarian lingkungan.

Tidak hanya itu langkah yang ditempuh memajukan kawasan wisata Pantai Tanjoh. Pihaknya juga sudah membuka kerjasama dengan beberapa agen. Salah satunya agen dari Taiwan. Kerjasama ini ditumpukan agar wisatawan asing semakin meningkat datang berkunjung.

Baca Juga  Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Penyidik Kejari Lotim

“Kami punya paket wisata juga dari agen lain, biasanya 3 pket. Paket tersebut yakni, Pantai Tanjoh, Pantai Pink dan lesehan terapung,” jelasnya.

Demi melancarkan paket wisata yang digagas ini, pihaknya telah menyiapkan perahu penyeberangan dengan biaya Rp 600 ribu per satu unit perahu. Sementara bagi wisatawan yang ingin menyelam menyaksikan keindahan bawah laut, telah disediakan untuk membuat video dan foto.

Seiring semakin menggeliatnya kawasan ini, infrastrukturnya juga terus dibenahi. Untuk pengunjung yang tiba-tiba sakit, sudah disediakan ambulance wisata. Layanan yang diberikan ini dihajatkan semata agar wisatawan merasa aman dan nyaman.

Tahun 2020 nanti, sambungnya, ada penambahan spot swafoto. Ada juga pembenahan lain seperti pemagaran dinding, penataan ulang, dan akan dibangun khusus taman bermain anak. 

“Tahun 2020, nanti kami bangun lagi dengan bantuan dana yang dari pemerintah provinsi. Jumlahnya kami belum tau, tapi dana bantuan itu nanti untuk pembangunan wisata Pantai Tanjoh agar semakin menarik minat pengunjung,” ungkapnya.

Salah seorang pengelola wisata Pantai Tanjoh, Nur Siham mengungkapkan, pantai ini dan Desa Tanjung Luar umumnya akan jadi desa wisata baru. Semuanya sudah diatur seperti larangan membawa miras. 

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak Babinsa, Polmas dan angkatan laut untuk menjaga keamanan. Bahkan, kami membuat MoU dan larangan tertulis agar para pedagang ataupun pengunjung tidak membawa minuman keras ke lokasi wisata,” ungkapnya. 

Sementara itu, salah seorang pengunjung yang asal Praya, Lombok Tengah, Sofiati mengungkapkan, Pantai Tanjoh memberi kesan menarik. Eksotisme pemandangan yang disajikan bisa dikemas sedemikian rupa, terutama hiasan bambu dan spot foto di tempat ini.

“Terhitung sudah 2 kali saya ke sini untuk hanya mendapatkan spot foto terbaik. Karena di sini banyak pilihan spot fotonya,” ujarnya.

Sofiati mengaku senang berkunjung lantaran di lokasi didukung infrastruktur memadai. Bahkan untuk urusan kuliner, pengunjung disebutny sudah bisa memesan makanan hasil nelayan yang masih segar. (cr-pol)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar