Pantai Tanjung Luar Tawarkan Konsep Tongkrongan Bahasa Nusantara

0
90

KERUAK, Warta Rinjani–Pantai selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tidak saja bagi wisatawan mancanegara, tapi juga wisatawan domestik.

Seperti salah satu pantai di Dasan Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur misalnya. Pantai ini memanfaatkan lahan milik pribadi salah seorang warga sebagai lokasi wisata. 

“Ketimbang mubazir tidak punya manfaat, lebih baik dimanfaatkan saja,” kata pengelola pantai Pada Idi Pada Elo’, Daeng Jaharuddin Muhktar, kepada Warta Rinjani, Rabu (5/2).

Dari penuturannya, ia menggarap pantai itu sejak akhir 2018. Hanya saja, destinasi yang dikelolanya mulai diluncurkan secara resmi terhitung 2019 kemarin.

Dulu, katanya, tempat ini hanya kebun milik keluarga. Namun ketimbang tidak dimanfaatkan, ia berinisiatif mengelolanya menjadi salah tujuan wisata.

Sebelum dikelola, tuturnya, di tempat ini memang sering dikunjungi. Hanya saja, pengunjung yang adatang bukan untuk berwisata, melainkan untuk berbuat hal-negatif.

Lahan kebun milik keluarganya ini juga dulunya hanya lahan mati. Lahan tersebut ditanmani tumbuhan liar dan tidak menadatngkan nilai ekonomis.

Atas dasar itu, ia mencoba mengelola tempat itu menjadi tongkrongan. Karena lahan ini berada dekat dengan pantai, pihaknya pun mencoba melakukan inovasi di tempat tersebut.

Baca Juga  Kabur Saat Pelatihan di BLKLN Jatim, CPMI Asal Lotim Alami Patah Tulang

Lahan itu lantas diratakan dan ditaruhkan sejumlah berugak. Berugak yang dibuat inipun bahanbakunya diambil dari kayu-kayu yang ada di kebun tersebut.

Tak lama berselang, tempat itu dilengkapi pula sejumlah aksesoris seperti tempat duduk dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Selain itu, ia menyiapkan hanya berapa menu minum dan makan seperti kopi, es campur, es jeruk, jus dan beberapa menu cemilan. Namun, melihat perkembangan setiap harinya, ada saja keluarga yang datang berkunjung. 

“Meski hanya sekedar mandi di laut dan minum kopi,” ucapnya. 

Ia mengatakan, melihat hal tersebut baru lah ia membuat berapa spot foto, kamar mandi, dapur umum dan beberapa berugak tempat nongkrong nusantara.

Dikatakannya, konsep nusantara yang dimaskud adalah dengan menampilkan beberapa bahasa daerah yakni Bugis, Jawa, Bima, Sunda, Sasak, Makassar, dan lain sebagainya. 

“Jadi di setiap berugak, akan ditemukan dengan berbahasa dari berbagai suku,” katanya. 

Senada, pengelola lainnya Safiah mengatakan, untuk dapatkan view seperti saat ini, pihaknya harus merogoh dompet Rp 50 juta sampai dengan Rp 80 juta. Dari proses itu baru terlihat alami dan bagus. 

Baca Juga  Kurang Dari 24 Jam, Ibu Pembuang Bayi di Sikur Ditangkap

Sejak awal dibangunnya tempat ini, selalu saja pengunjung dari mancanegara. Begitu juga dengan wisatawan domestik yang tak kalah banyaknya mengunjungi tempar ini.

Karena konsep wisata yang ditawarkan adalah tongkrongan, pihaknya pun menyiapkan berapa menu makanan dari hasil laut. Harga makanan sangat bersahabat dengan isi kantong. Mulai Rp 50 ribu sampai dengan Rp 400 ribu. 

“Karena satu tahun ini saja sudah berapa yang menggunakan tempat ini sebagai pilihan lokasi pertemuan,” katanya. 

Ia mengatakan, pendapatan per hari di tempat ini bisa Rp 500 ribu hingga Rp 6 juta. Pendapatan terendah itu didapat terutama di hari-hari biasa. Sementara pendapatan tertinggi didapat saat hari libur.

Tempat ini, jelasnya, selain bisa dikunjungi wisatawan, juga dijadikan sebagai arena pertemuan. Beberapa kali instansi dari pemerintahan pernah menggunakan tempat ini.

“Namun untuk pengunjung yang bawa makanan sendiri dari rumah dan menempati berugak harus bayar Rp 25 ribu,” ucapnya.

Salah seorang pengujung dari Lombok Tengah, Dewi mengatakan, pantai ini sangat nyaman. Di tempat ini disebutnya bisa menyaksikan beberapa gili yang terbentang di laut selatan Lotim.

“Yang paling penting, di tempat ini kulinernya enak dan tempatnya bersih. Pokoknya tidak rugi ke sini,” tandas Dewi. (cr-pol) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

MENAWAN: Lokasi Pantai Pada Idi Pada Elo’ Tanjung Luar memberikan pemandangan yang menawan.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar