PAUD Mele Pintar Berkeluh di Depan TP PKK Lotim

0
177
KUNJUNGAN: TP PKK Lotim mengunjungi PAUD Mele Pinter di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela Lotim. (Hairul Subawaih/Warta Rinjani)

PRINGGASELA, Warta Rinjani—Jajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mele Pintar Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela dikunjungi Tim Penggerak (TP) PKK Lombok Timur (Lotim), Rabu (26/2). Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, jajaran pengelola PAUD itu menyampaikan keluhannya kepada TP PKK Lotim.

Kepala PAUD Mele Pintar, Musabihan menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya sudah lama terintegrasi dengan posyandu yang ada. Ini ditandai dengan keberadaan posyandu yang memusatkan aktivitasnya di PAUD tersebut.

Musabihan mengaku, pihaknya selalu bersemangat dengan motivasi yang diberikan oleh Pemkab Lotim. Dari hasil binaan tersebut, PAUD ini kini telah menorehkan prestasi membanggakan.

“Hasil binaan dari kabupaten, pada waktu itu kami mendapat juara 2 di tingkat Provinsi NTB. Kemarin kami mendapat nilai akreditasi B,” katanya.

Baca Juga  Kapolda NTB : Polisi dan Pemuda Bersinergi Menjaga Kondusifitas

Namun demikian, ada keluh kesah yang dirasakan segenap jajaran pengelola PAUD ini. Mereka selama ini menjadi kader posyandu dan sudah hampir 18 tahun. Dari rentang waktu yang tidak singkat itu, mereka hanya diberikan honor Rp 5 ribu.

“Mudah-mudahan Ibu Bupati yang sekaligus ketua TP PKK merasa iba terhadap apa yang kami pernah lakukan,” harapnya.

Keluhan lain yang disampaikan yakni, Pemkab Lotim tidak pernah mendengungkan pemberian SK Bupati. Berbeda dengan guru SD dan SMP yang sudah diberikan SK.

Karena itu, ia memohon agar guru PAUD juga diberikan. Permintaan ini disampaikan lantaran terkait dengan kesejahteraan yang akan mereka terima.

Baca Juga  Kini, Lotim Sudah Berstatus Zona Oranye

“Mohon nanti Ibu Bupati sama Ibu Wabup bisik-bisik sama bapak,” pintanya.

Menanggapi keluhkan tersebut, Ketua TP PKK Lotim, Hj Hartatik menjelaskan, ada sesuatu yang tidak mungkin disebutkan. Apa yang dikeluhkan PAUD saat ini jauh lebih bagus dari hanya sekedar honor dan SK Bupati.

“Tapi tidak apalah. Kami akan menampung keluhan dari ibu guru PAUD dan akan kami sampaikan ke bawah,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Hartatik, masalah ini tidak terjadi di Lotim saja. Namun masalah yang sama juga terjadi secara nasional.

Karena itu, ia meminta jajaran PAUD mele Pinter nersyukur dengan apa yang diterima saat ini. Terlebih saat ini ssudah ada dana BOP yang diberikan kepada PAUD.

“Dulu tidak ada namanya bantuan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), tapi sekarang sudah ada,” tutupnya. (yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar