Pemohon Pembuatan Paspor di Lotim Alami Penurunan

0
116

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net -Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, utamanya di Lombok Timur, praktis permintaan pembuatan paspor mengalami penurunan secara signifikan. Per harinya Unit Layanan Paspor (ULP) kantor Imigrasi Lombok Timur berkisar antara 7-8 orang pemohon.

Kepala Unit Pelayanan Paspor Lotim, Awaluddin Hidayat mengakui jika pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab berkurangnya masyarakat mengajukan permohonan pembuatan paspor.

beberapa waktu ini permohonan pembuatan paspor di Lotim jauh dari kata stabil. Yang dimana setiap harinya hanya melayani tujuh hingga delapan orang saja.

“Sehari itu kadang ada enam sampai tujuh orang saja. Ini jauh dari kata stabil dan pemohon ini kebanyakan hanya untuk persiapan umroh, Study tour, dan pelaut,” ungkap Awaluddin kepada media ini.

Baca Juga  Pemkab Loteng Fasilitasi Dekranasda dan LASQI

Adapun pada tahun sebelumnya, sambungnya, sebelum merebaknya Covid-19,  pemohon pembuatan paspor perharinya mencapai 70 hingga 80 orang pemohon. Saat ini, berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi. ULP Lotim hanya  melayani pemohonan umroh, pelaut Study banding saja.

Semenjak negara tujuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditutup, praktis permohonan paspor terhenti. Meski diakuinya, sebagian besar masyarakat di Lotim sendiri pemohon pembuatan paspor lebih didominasi oleh PMI yang akan bekerja ke Malaysia. Namun, saat ini Malaysia dan lainnya masih belum menerima PMI.

Baca Juga  Gubernur NTB Buka Ruang Dialog yang Tertutup Selama 25 Tahun

“Alasan negara tujuan PMI seperti Malaysia, juga menjadi salah satu sebab  permohonan paspor menurun,” kata Awaluddin.

Meski demikian, kata Awaluddin, kantor ULP Imigrasi Lotim masih tetap melayani  pemohon-pemohon yang membutuhkan pembuatan paspor. Walaupun belum melayani untuk negara tujuan para PMI. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar