Pengelola Perpustakaan Desa Bungtiang Diedukasi

0
134

SAKRA BARAT, Warta Rinjani—Para pengelola perpustakaan Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur (Lotim) diberikan edukasi terkait tata kelola perpustakaan yang baik. Edukasi ini diberikan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Lotim.

Pantauan Warta Rinjani, petugas dari Dinas Arpusda Lotim, Andri Ade Ananda memberikan edukasi tentang pengelolaan perpustakaan. Edukasi ini mulai dari administrasinya dan cara input online terhadap personalis pengelola perpustakaan Desa  Bungtiang.

“Bimbingan yang kita berikan hari ini, bagaimana pengelolaan perpustakaan ini bisa secara online agar pengarsipan semua buku yang keluar-masuk bisa terdaftar di sistem, karena sudah terkoneksi secara online dan memudahkan untuk dicari,” terangnya, Senin (17/2).

Pembinaan dan pelatihan semacam ini, harus terus dilakukan ke setiap desa. Pelatihan semcam ini diberikan 7 kali dalam sebulan.

Baca Juga  Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark NTB dan Gesa Pembangunan Smelter

Meski pelatihan sudah terjadwal, Ade menyebut, tak jarang pula pihaknya turun ke lapangan meski tidak terjadwal. Ini dilakukan karena permintaan dari pihak desa.

Sementara itu, Ketua Pengelola Perpustakaan Desa Bungtiang, Faizal SPd, menyambut baik dan senang dengan kedatangan dari Dinas Arpusda. Pembelajaran terkait pengelolaan terutama tentang pengarsipan yang baik disebutnya sangat penting. Apalagi materi yang diberikan terutama menyangkut pengarsipan secara online tentang perpustakaan desa.

“Dengan adanya pelatihan ini kita berharap bisa mengelola perpustakaan desa yang baik, apalagi secara online. Kita sangat antusias dan senang dengan adanya edukasi seperti ini,” jelasnya.

Dari pelatihan yang diterima, tegasnya, ia berharap pengelolaan perpustakaan desa di masa datang akan lebih maksimal lagi. Di lain sisi, pihaknya berharap agar pemdes setempat terus memberikan dukungan anggaran demi kemajuan perpustakaan itu sendiri.

Baca Juga  Mulai Hari Ini, Pelabuhan Poto Tano – Kayangan Resmi Menggunakan Kartu Elektronik

“Perpustakaan yang maksimal dan baik itu tidak terlepas dari dana yang diberikan oleh desa. Itu juga untuk kemajuan dan demi kelancaran perpustakaan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bungtiang, Marzoan Zainuddin menyambut baik adanya pelatihan dari Dinas Arpusda. Baik dari pengarsipan dan memasukkan buku secara online.

“Dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan pengurus dari perpustakaan desa bisa lebih tahu dan memanfaatkan dengan baik kesempatan ini. Apalagi ini berurusan dengan dunia internet secara online,” jelasnya.

Pada tahun 2020 ini, jelasnya, pemdes akan menganggarkan Rp 15 juta. Anggaran sebanyak itu untuk biaya operasional perpustakaan. Dan itu juga termasuk honor petugas.

“Diharapkan dengan dana tersebut sudah termasuk honornya dan biaya yang lainnya untuk kelancaran perpustakaan tersebut,” paparnya. (sul)

Sulpi/Warta Rinjani

EDUKASI: Jajaran pengelola Perpustakaan Desa Bungtiang sedang diberikan edukasi terkait pengarsipan secara online oleh Dinas Arpusda Lotim.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar