Pengelolaan Joben Masuki Babak Baru

0
333

SELONG, Warta Rinjani–Kerjasama pengelolaan obyek wisata Otak Kokoq Joben, Lombok Timur memasuki babak baru.

Pada Maret 2020 mendatang Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama Dirjen Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) akan segera menandatangani nota kesepakatan kerjasama. Salah satu kesepakatan tersebut terkait pengelolaan lokasi obyek wisata Joben dengan memberikan lahan kawasan hutan konservasi TNGR untuk pengelolaan wisata seluas 106 hektar.

MoU itu bersifat mengikat dan dalam jangka waktu 10 tahun. Kesepakatan ini selanjutnya dapat diperpanjang kembali.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Dr H Mugni mengungkapkan, kerjasama pengelolaan lokasi obyek wisata Otak Kokoq menjadi warna tersendiri dalam mengembangkan obyek wisata itu. Otak Kokoq yang sudah memiliki branding sudah saatnya dikelola secara bersama-sama, sehingga memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

Baca Juga  Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Tak Berdosa Dibuang di Sungai Darmasari - Sikur

Studi banding Pemkab Lotim ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan belum lama ini disebutnya menjadi rujukan untuk menerapkan pola kerjasama antar dua lembaga pemerintah itu. Sistem bagi hasil yang diterapkan akan menguntungkan keduanya.

Nantinya Pemkab Lotim mendapatkan retribusi pengelolaan wisata, sedangkan BTNGR memperoleh Pendapatan Negara Bukan Pajak  (PNBP). Draft kesepakatan itu nantinya akan membahas masalah teknis sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Mengenai teknis bagaimana cara memperoleh pemasukan dari pengelolaan obyek wisata itu, akan dibahas selanjutnya,” ujarnya.

Kerjasama itu memberikan peluang kepada Pemkab Lotim untuk mengembangkan spot-spot wisata di dalam kawasan hutan konservasi TNGR. Pengelolaan wisata Joben Otak Kokoq itu dibagi bersama, dimana setiap tiket yang terjual nantinya akan diberikan kepada BTNGR sebesar Rp 5 ribu sesuai ketetapan yang diatur pemerintah sebagai PNBP. Sedangkan Pemkab Lotim akan menyesuaikan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Lotim.

Baca Juga  Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark NTB dan Gesa Pembangunan Smelter

“Kalau BTNGR Rp 5 ribu, maka Pemkab Lotim dapat menerbitkan harga tiket sesuai Perbup. Bisa saja harga tiket Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu,” jelasnya.

Demikian pula fasilitas yang disediakan Pemkab Lotim nantinya untuk menarik pengunjung. Fasilitas tersebut dapat berupa penginapan (homestay) atau villa. Hanya saja, kewajiban Pemkab untuk menyetorkan 10 persen kepada BTNGR tetap berlaku.

Misal, sewa homestay atau penginapan tarif Rp 100 ribu per malam, maka Pemkab Lotim menyetorkan ke BTNGR sebesar 10 persen atau Rp 10 ribu. (dy)

Suhaidi/Warta Rinjani

PANTAU: Kepala Balai TNGR Ir Dedy Asriadi bersama Kades Pesanggarahan H Badrun tengah memantau kawasan wisata Joben terkait rencana kerjasama pengelolaan wisata dengan Pemkab Lotim.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar