Peniadaan Event Bau Nyale Saat Pandemi Jauh Lebih Bermanfaat

0
85

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Event Budaya tahunan ‘Bau Nyale’  masyarakat di Kabupaten Lombok Timur tahun ini ditiadakan. Peniadaan kegiatan mengingat kasus Covid-19 di Lotim masih tinggi. Penutupan event Bau Nyale dianggap lebih banyak manfaatnya daripada harus digelar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim Drs. HM. Juaini Taofik, MAp menegaskan, event Bau Nyale ini sulit untuk dikendalikan, terlebih lagi pagelaran event bau nyale ini dilakukan pada saat malam hari.

“Kita juga tidak tau masyarakat datang darimana saja. Kita keras juga dalam posisi seperti itu,” beber Juaini kepada wartawan (26/1).

Baca Juga  Soal Perekrutan Anggota BPPD, Ketua DPRD Lotim Kembali Ingatkan Dispar

Dikatakan Juaini, perayaan bau nyale mengakibatkan kerumunan yang tidak bisa dikontrol. Sebaliknya, ia menilai berbeda halnya dengan diperkantoran. Dalam lingkup perkantoran seperti ini masih bisa untuk dikontrol.

“Klaster perkantoran bisa dikatakan sudah tidak ada, ya kita biasa saja. Kira-kira seperti itu,” katanya

Ia mengatakan,  Forum Koordinasi Pimpinam Kecamatan (Forkopimcam) Jerowaru sudah berkeliling untuk melakukan sosialisasi guna mengantisipasi melonjaknya masyarakat yang akan berkunjung ke wilayah tersebut.

Baca Juga  Buka Prodi Dokter Spesialis, Wagub NTB Apresiasi FK UNRAM

“Bahkan mobil dinasnya dipasangkan pengeras suara dan berkeliling untuk mengumumkan kepada masyarakat,” ucapnya

Sehubung dengan itu, pihaknya sudah mendapat laporan dari Camat dan Kapolres Lotim tentang lapak yang sudah didirikan di tiga tempat tersebut sudah disterilkan.

“Insya Allah kami akan menggelar operasi penyekatan dan pada tanggal 1 sampai 3 kami akan gelar operasi Yustisi di pintu masuk  Jerowaru,” pungkasnya. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar