Penjaringan Perangkat Desa Sikur Selatan Tuai Kontroversi

0
138

SIKUR, Warta Rinjani – Seleksi penjaringan perangkat Desa Sikur Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur menuai kontroversi. Sejumlah masyarakat yang merasa tidak puas dengan hasil seleksi meminta panitia berlaku transparan.

Polemik tersebut mulai muncul saat dugaan kecurangan oleh panitia dirasakan sejumlah peserta seleksi. Pasalnya, dugaan kecurangan itu muncul karena peserta yang terpilih tidak memenuhi beberapa kriteria dalam penilaian. Termasuk persyaratan 10 persen dari jumlah penduduk.

Am, salah seorang peserta mediasi sembari menunjukkan alat bukti yang dimiliki mengungkapkan indikasi kecurangan saat dilakukan seleksi penjaringan. Buktinya, peserta yang menang tidak memenuhi persyaratan sebagai bakal calon perangkat desa.

“Dia tidak memimiliki dukungan sebanyak 10 persen dari jumlah penduduk. Lalu, kenapa diloloskan,” ujar Am dalam dialog beserta panita dan warga lainnya, Jum’at (27/12).

Dugaan kecurangan lainnya dilakukan oleh oknum pihak kecamatan selaku penyedia sarana. Selain tidak memenuhi syarat dan lokasi yang digunakan untuk seleksi dianggap tidak steril.

Cuitan ketua panitia sempat menghangatkan suasana dalam ruangan, masih merasa tidak puas, peserta meminta berkas seleksi dibuka sehingga tidak terkesan memihak kepada pihak tertentu. “Kalau begitu, agar tidak berkepanjangan dan menjadi polemik di tengah masyarakat, silahkan buka berkas seleksi. Kita lihat sama-sama,” ujar sejumlah warga yang menghadiri pertemuan itu.

Enggan menuruti permintaan warga membuka berkas seleksi, Ketua Panitia M. Sahabudin menyangkal dan meminta kepada pihak yang merasa keberatan menempuh jalur hukum.

Sahabudin membantah bahwa panitia berlaku tidak transparan. Bahkan, panitia lain sudah melakukan tugasnya sesuai mekanisme peraturan yang berlaku.

“Saya sudah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur dan kesepakatan yang telah ditetapkan, mengenai keberatan silahkan kita menempuh jalur hukum,” tantang Sahabuddin kepada warga.

Secara terpisah, indikasi kebocoran soal seleksi oleh oknum kecamatan ditanggapi Camat Sikur, M. Saleh. Ia mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut bahkan merasa heran dengan indikasi yang dituduhkan kepada pihaknya.

Saleh mengaku dirinya telah bekerjasama dengan Dinas PMD untuk mengadakan soal uji kompetensi peserta calon perangkat desa. “Kami tidak mengetahui masalah kebocoran soal, bahkan untuk menghindari hal ini saya bekerjasama sengan Dinas PMD, jadi soal materi terjamin kerahasiaannya,” kata Saleh. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar