Pernikahan Dini Salah Satu Penyebab Stunting

0
156

SUKAMULIA, Warta Rinjani – “Merariq Kodeq” atau pernikahan dini merupakan masalah serius yang dampaknya pada kesiapan membina rumah tangga. Dampak lainnya juga menyangkut masa depan keluarga dan anak.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Lombok Timur, Jauhari Marjan mengingatkan, masyarakat hendaknya memiliki kesiapan dalam membina rumah tangga. Bukan hanya kesiapan mental dan usia, melainkan finansial.

Ia menyebut, tradisi merariq kodeq dapat dicegah sepanjang masyarakat dapat memahami pentingnya sebuah ikatan perkawinan. “Ketidaksiapan membina rumah tangga dan gagal merawat anak justru salah satu pemicu meningkatnya kasus stunting,” jelasnya, Senin (24/12).

Baca Juga  Pemprov NTB Tandatangani Kesepakatan Addendum dengan PT GTI

Tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Lombok Timur disebutnya merupakan persoalan serius yang harus segera di tuntaskan. Imbasnya berakibat pada tingginya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Karena menjalin hubungan pernikahan jatrak jauh, sambungnya, tak jarang pernikahan dini berujung perceraian. Peran ayah belum siap dimainkan oleh suami, sehingga kebingungan menafkahi istri dan anak. Satu-satunya jalan terpaksa memilih ke luar negeri.

Baca Juga  Pemprov NTB dan BI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

“Terjadinya perceraian di usia dini menimbulkan dampak negatif pada anak, hal inilah yang kemudian jikalau kita perhatikan merupakan akar dari tingginya angka stunting,” kata kala menggelar sosialisasi di Aula Ponpes Jami’atul Mukmin Paok Pampang, Sukamulia.

Kedepannya, melalui kegiatan sosialisasi di beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Timur, diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. (cr-hen)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar