PKM Keruak Tekan AKI – AKB Dongkrak IPM Lotim

0
84

LOMBOK TIMUR – Tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) sebagai salah satu Indikator menentukan tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Karenanya, berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam menekan Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lombok Timur.

Di Kecamatan Keruak misalnya, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Keruak mengambil langkah strategis dalam upaya menekan AKI-AKB.
Kepala Puskesmas Keruak, Lalu Kasturi, SKM menyebutkan bahwa AKI-AKB di Kabupaten Lombok Timur meningkat. Angka tersebut jelas mempengaruhi IPM Lombok Timur yang berada diurutan ke 8 dari daerah lainnya di NTB.

Keterlibatan tim medis ditingkat desa dan dusun hingga kader diyakini akan memberi dampak positif dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

Baca Juga  Kerap Beraksi di Lotim, Dua Pelaku Spesialis Jambret Diringkus

“Kami sudah memetakan di semua wilayah di Kecamatan Keruak untuk membuat data resmi. Polindes selaku ujung tombak ditingkat diharapkan memberikan andil dalam mendata ibu dan bayi,” jelas Kasturi kepada media ini, Senin (7/6).

Untuk mencegah terjadinya kematian Ibu dan Bayi dibutuhkan keterampilan dan keahlian bidan serta ditunjang dengan alat yang memadai. Tidak hanya itu, kerja sama lintas program dan lintas sektor perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi.

“Polindes akan melakukan pembinaan dan pemantauan ditingkat wilayahnya. Jumlah posyandu keluarga di Kecamatan Keruak sudah mencapai 95,” sebut Kasturi.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

Diakui Kasturi, data tahun 2020 menyebutkan angka kematian bayi di Kecamatan Keruak sebanyak 2 kasus. Kematian bayi tersebut bukan akibat kelalaian bidan melainkan disebabkan penyakit lain.

“Kematian bayi pertama karna penyakit Gastitis erosipa dan suspect peritonitis mb. Sedangkan kematian yang kedua akibat eklampsia,” jelasnya.

Masih kata Kasturi, Puskesmas Keruak juga melatih dukun desa dalam menangani persalinan. Namun tetap dalam pemantauan bidan setempat. (wr-di)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar