Pokdarwis Lotim Gelar Raker

0
136

SELONG, Warta Rinjani–Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur (Lotim) menggelar rapat kerja (raker) program tahun 2020, Selasa (28/1). Acara yang digelar di Desa Sapit, Kecamatan Suela Lotim ini baru pertama terselenggara.

Ketua Asosiasi Pokdarwis Lotim, Royal Sembahulun mengatakan, jumlah Pokdarwis di Lotim mencapai 27. Jumlah ini tersebar dalam tiga kategori, yaitu  Pokdarwis pemula, berkembang dan maju. 

Ia menyebut kegiatan raker ini agenda penting dilaksanakan. Raker ini disebutnya menyorot beberapa persoalan pariwisata yang dikelola di bawah Pokdarwis.

“Berapa persoalan klasik masih menjadi persolan pariwisata. Terutama yang dikelola oleh Pokdarwis,” jelasnya.

Persoalan klasik menurutnya, adalah masih banyak Pokdarwis yang tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes). Hal ini menyebabkan, akselerasi wisata yang dikelola Pokdarwis menjadi tidak efektif, bahkan sebutnya banyak yang mandek. 

Untuk menjawab persoalan itu, salah satu program Asosiasi Pokdarwis yakni melakukan identifikasi potensi wisata dan masalah Pokdarwis di setiap desa. Dari itu, Asosiasi Pokdarwis akan melakukan advokasi terhadap Pokdarwis yang masih mendapat kendala di lapangan. 

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Tahun 2020 juga, ia menuturkan, akan mengidentifikasi dan menginventarisir potensi wisata di setiap desa, terutama desa wisata yang sudah jalan. Menurutnya,  hal ini penting dilaksanakan agar pemrintah daerah (pemda) melalui Dinas Pariwisata agar menjadi acuan dalam membuat program tahunan.

“Kalau sudah seperti ini, setidaknya bisa lebih terarah mau dikemanakan pariwisata di Lotim,” tegasnya.

Raker tersebut juga memutuskan beberapa program lainnya. Dari pertemuan ini pula dibuat jejaring bisnis tour wisata, dan mendorong pemerintah daerah memberikan legalitas hukum pengelolaan tempat wisata yang dikelola oleh Pokdarwis. 

“Asosiasi akan mendorong Bupati Lombok Timur untuk mengeluarkan SK desa wisata sebagai bentuk legalitas hukum. Karena ini terkait dengan beberpa bantuan hukum dan bantuan lainnya terhadap keberadaan desa wisata melalui Pokdarwis,” terangnya. 

Selanjutnya, Ketua Pokdariws Pondok Kerakat, Asri menambahkan, yang paling penting 2020 ini adalah peningkatan kapasistas SDM Pokdarwis. Karena ini penting untuk pengembangan pariwisata menuju industrialisasi pariwisata. 

Baca Juga  Suntik Vaksinasi Covid-19 Capai 100 Persen

Tidak kalah penting juga, kata Asri, adalah advokasi konflik di kawasan hutan maupun pantai terutama menyangkut galian pasir besi. Asosiasi juga menurutnya, menyoroti kereta gantung yang dicanangkan pemerintah yang menurutnya, berdampak pada pegiat pariwisata. 

Selain itu, pengintegrasian program desa dengan program wisata desa melalui Pokdarwis disebutnya sangat penting. Mengingat sangat penting adanya kesamaan persepsi anatara Pokdarwis dengan Pemdes.

Untuk mensisati hal tersebut, Bupati Lotim perlu memberikan SK pada desa wisata sebagai payung hukum Pemdes dalam memberikan anggaran.

“Kalau sudah begitu, saya kira pariwisata Lotim akan maju. Saya berharap juga tahun 2020 ini ada kegiatan nasional pariwisata, paling dekat ini terkait Musyawarah Nasional Podarwis,” ucapnya. 

Sebelumnya, dalam pembukaan raker Asosiasi Pokdarwis tahun 2020, Sekretaris Dinas Pariwisata Lombok Timur, Martawi mengatakan, pihaknya menekankan perlunya harmonisasi dan sinergisitas antara para pelaku, penggerak wisata dan pemerintah dalam mewujudkan wisata Lotim yang lebih baik. (cr-pol)

Berita & Photo : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Berita Photo : “RAKER” Jajaran Asosiasi Pokdarwis Lotim menggelar raker di Sapit untuk memajukan pariwisata.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar