Dituding Lamban Ungkap Kasus Teror Direktur Selvi, Kasat Reskrim Akui Ini Perkara Sulit

0
631

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Pelaku aksi teror hingga pembakaran kendaraan operasional Direktur LPP Selaparang TV, Lombok Timur,  Lalu Saparuddin Aldi, belum menemui titik terang.

Kendati demikian, Satreskrim Polres Lombok Timur masih terus menelaah satu persatu rangkaian dari peristiwa tersebut hingga dua unit kendaraan milik korban terbakar.

Namun bagi Lalu Saparuddin Aldi, kasus teror yang menimpa dirinya dan keluarganya itu telah berlalu selama 2 minggu (9/2). Sayangnya, belum ada tanda-tanda menjurus ke arah pelaku.

Meski kata mantan wartawan era 2000-an dan aktivis itu, sejumlah bukti awal telah disodorkan ke pihak penyidik. Bukti itu berupa pesan singkat atau Short Massage System (SMS) yang diterimanya sebelum teror itu terjadi.

“Saya sudah memberikan bukti awal berupa SMS dari seseorang yang saya curigai. Tapi itu sebatas kecurigaan saja. Sedangkan proses penyelidikan dan penyidikan menjadi ranah penyidik polisi,” ungkap Saparuddin Aldi yang akrab Apeng itu kepada media ini.

    Ket. L. Saparuddin Aldi Direktur Selaparang TV (foto/Edy)

SMS dari seseorang itu tambah Apeng, bisa saja menjadi petunjuk yang mengarah pada dugaan teror kepada dirinya atau istrinya. Bisa saja, teror SMS itu mengarah kepada istrinya yang punya kaitan dengan pekerjaannya.

Apeng menyayangkan lambannya proses laporan teror tersebut. Bahkan, ia bersama sesama aktivis di Mataram berencana akan menggelar hearing ke Polda NTB untuk mempertanyakan lambannya laporannya.

Baca Juga  Milestone Industri Baru Pencucian Sarang Walet di NTB

Menjawab keluhan Saparuddin Aldi, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP. Daniel P. Simangunsong, SIK, membantah jika proses penyelidikan atas dugaan teror hingga pembakaran kendaraan operasional milik korban, sangat lamban.

Daniel Simangunsong mengakui jika dalam kasus ini cukup sulit karena minimnya saksi maupun petunjuk awal dalam mengungkapkannya.
Tapi bagi penyidik kata Daniel Simangunsong, pihaknya akan terus berupaya untuk mengungkap siapa dalang dibalik pembakaran mobil dinas dan sepeda motor milik Direktur Selaparang Televisi (Selvi) tersebut.

“Total sudah 7 orang saksi diperiksa dan 1 orang mekanik bengkel. Kami akan terus berupaya untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung terkait kasus ini. Ini masih berproses dan semua pihak bisa lebih bersabar dulu supaya pengungkapan kasus ini dapat dilakukan dengan tepat, ” ujar Daniel Simangunsong kepada wartawan.

Adapun bukti awal terkait dengan SMS yang dikirim oleh seseorang ke handphone milik korban, masih akan didalami. Dan tidak menutup kemungkinan akan dipanggil penyidik.
Bagi Kasat Reskrim Daniel Simangunsong, penyidik tidak akan terpaku pada hasil SMS tersebut. Namun harus ditelusuri kemungkinan-kemungkinan lainnya yang mengarah pada kasus itu.

Baca Juga  Curanmor Modus Tebus Lagi Marak di Lotim, 7 Pelaku Diamankan

“Kami sudah lakukan rekonstruksi di TKP.  Dan sudah meminta keterangan korban pada malam kejadian itu yang diakuinya belum tertidur saat itu. Sebab korban sempat mendengar suara seperti orang melompat dan mendengar ledakan sesaat setelah mendengar suara motor ngebut,” terang Daniel sembari menceritakan situasi pada malam kejadian itu.

Daniel kembali mengungkapkan bahwa titik api yang membakar kendaraan tersebut ada dua. Diantaranya, sepeda motor milik korban dan dibagian depan mobil operasional Selvi. Karena ditemukan kain berbau bahan bakar bensin pada dua titik kendaraan itu.

“Apinya tidak merambat tetapi terdapat dua titik api. Kami juga menemukan fakta lainnya yakni tutup tangki mobil yang tidak terkunci. Sementara tutup tangki itu menggunakan sentral lock,” akunya.

Lebih jauh dikatakan Kasat Reskrim, dalam aksi pembakaran itu tidak ada tanda-tanda pelaku menggunakan bom molotov. Karena tidak ditemukan bekas-bekas pecahan botol.

Keterkaitannya dengan adanya dugaan Masalah lain seperti dalam penyaluran BPNT, masih harus didalami lagi. Sebab, penyidik polisi perlu bukti-bukti pendukung lainnya.
Untuk memperdalam perkara ini, pihak Polres Lotim sudah meminta bantuan ke Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar