Polisi Masih Selidiki Penyebab Santri yang Diduga Meninggal Gantung Diri

0
155

LOMBOK TIMUR – Kematian TS (14) santri asal Desa Kabar, Kecamatan Sakra Lombok Timur, Kamis, (22/4) sekitar pukul 15.00 wita, masih diselidiki penyidik polisi. Meskipun pihak keluarga ikhlas menerima kejadian tersebut serta menolak untuk dilakukan otopsi.

Kapolsek Sakra Lotim, Iptu Suyono JL, belum dapat membeberkan penyebab kematian santri kelas 3 disalah satu Ponpes di Narmada Lombok Barat tersebut.

“Polisi akan terus mencari info soal ini, karena dari pihak keluarga langsung menerima kejadian ini.
Tidak mungkin terjadi kalau tidak ada apa-apanya,” terang Kapolsek Sakra Iptu Suyono, kepada wartawan, Jum’at (23/4).

Seperti diungkapkan sebelumnya, kematian TS, yang diduga gantung diri terjadi dirumah paman korban yakni Mujahidin (38) alamat Dusun Kabar Utara, Desa Kabar, Kecamatan Sakra Lotim.

Baca Juga  Sandiaga Uno: Pacoa Jara, Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

Dalam keterangan sebelumnya, paman korban Mujahidin membangunkan korban dengan cara mengetuk pintu kamar yang terkunci dari dalam. Mujahidin bermaksud menyuruh sholat, namun korban tidak menyahut. Tak berselang lama, Husni (48) yang merupakan ayah korban, datang ke rumah Mujahidin untuk mencari korban.

“Bapak dan paman korban ini, secara bersamaan memanggil dan menggedor pintu kamar namun korban tidak juga menyahut,” terang Suyono.

Menaruh curiga terhadap perilaku korban, Mujahidin pun naik keatap rumah dan membuka genteng kamar korban.

Betapa kagetnya sang paman, ia melihat korban terikat di terali besi jendela kamar, posisi seperti bersujud dengan posisi kepala menempel di pinggir terali besi jendela.

Baca Juga  Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Sontak saja ia langsung berteriak memberitahukan orang tua korban terhadap apa yang baru saja dilihatnya itu.

“Bersama orangtua korban, ia langsung mendobrak pintu kamar dengan potongan besi dan membuka ikatan dengan pisau. Setelah diperiksa nadinya, korban sudah tidak bernyawa,” imbuhnya.

Menurut keterangan dari saksi, kata Suyono, korban sering terlihat termenung dan sebelum kejadian, orang tua korban tidak pernah ada permasalahan dengan korban.

“Namun korban memang memiliki sifat pendiam dan suka ngambek jika tidak dipenuhi keinginannya. Namun saat kejadian, korban tidak pernah meminta sesuatu dan tidak ada gelagat aneh sebelum kejadian,” katanya. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar