Ponpes Darusshomad Didirikan karena Wasiat Orangtua

0
621

SURALAGA, Warta Rinjani—Keberadaan pondok pesantren (ponpes) di Lombok Timur (Lotim) dapat dengan mudah ditemukan. Salah satu di antara ponpes di daerah ini adalah Ponpes Darusshomad.

Pondok pesantren yang terletak di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur ini secara historis barangkali tidak sekuat ponpes lainnya. Namun demikian, ponpes yang usianya relatif muda ini sudah menunjukan prestasi luar biasa.

Berdiri di areal yang cukup luas, ponpes ini bisa dengan cukup leluasa mengembangkan diri di masa depan. Baik itu pengembangan diri lewat penambahan gedung serta aktivitas-aktivitas lainnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darusshomad, H Khairul Mujahid Al-Hafiz mengatakan, dirinya membangun pondok pesantren ini demi menyambung niat orang tuanya. Pesantren ini dibangun karena adanya pesan dari ibunya sejak ia masih duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA).

Meski mendapat mandat sang ibu, awalnya ia ragu melaksanakan wasiat tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, ponpes ini terus menerus mendapat prestasi membanggakan.

Teranyar, prestasi yang dikantongi ponpes ini adalah salah satu santrinya menjadi jauara tahfiz Alquran tingkat internasional. Sejak itu, Khairul semakin memantapkan tekadnya untuk membenahi ponpes tersebut.

“Saya membangun ponpes ini sebenarnya atas pesan orang tua ketikan saya masih di bangku MA dulu. Tidak kurang dari 23 tahun saya terus bermimpi tentang dorongan itu,” tuturnya kepada Warta Rinjani, belum lama ini. 

Baca Juga  Rekruitmen BPPD Tidak Transparan, DPRD Lotim Bakal Panggil Dispar

Selanjutnya, H Hairul Mujahid Al-hafiz menjelaskan, ponpes yang didirikannya itu hingga kini memiliki 600 orang santri. Mereka ini masing-masing terbagi di SD, SMP dan SMK.

Tak segan H Hairul menuturkan prestasi yang diraihnya dalam waktu singkat. Ia mengungkapkan bahwa ponpes yang dipimpinnya kini sudah tiga kali mendapat prestasi sebagai juara internasional dari 73 negara kontestan.

Pria kelahiran 1 Januari 1973 itu mengungkap rahasia kesuksesannya dalam membimbing santri hingga siap digunakan menuju kancah nasional maupun internasional. Ia mengaku memulai tekadnya dari keberhasilannya membimbing anaknya hingga mengikuti lomba di kancah nasional kala itu.

“Hingga saat ini, kita punya santri 600 orang yang rata-rata duduk di bangku SD, SMP dan SMK. Saya memulai bangun, saat saya memperhatikan anak saya bisa mengikuti lomba, lalu saya berfikir anak saya saja mampu saya bimbing apalagi anak orang,” ungkapnya.

Seiring perjalanan waktu, lanjutnya, pada tanggal 6 Januari 2013 lalu, ia memulai membangun ponpes yang dipesankan oleh orangtuanya waktu itu. Diakuinya, selain dibangun secara gotong royong bersama masyarakat, Ponpes Darusshomad mendapat dukungan dari Majelis Taklim Al-Hikmah dan donatur lainnya.

Tak diduga, niat baiknya tersebut mendapat respon positif dari berbagai pihak termasuk gubernur NTB. Dimana kala itu sosok yang menjadi gubernur adalah TGB.

Baca Juga  DBHCHT Triwulan I, Pemkab Lotim Terima Transfer Pusat Rp. 16 Miliar

“Begitu tekad saya sudah bulat dan yakin, tepat tanggal 6 Januari 2013 saya memulai membangun pondok ini bersama masyarakat dibarengi dengan peletakan batu pertama oleh TGB. Tidak lama kemudian, kami mendapat bantuan dari majelis taklim asal Jakarta kala itu,” kisahnya.

H Khairul menjelaskan standar uji kompetensi di ponpes yang dipimpinnya yaitu menghafal Alqur’an sebagai prioritas utama. Siswa akan lulus dari ponpes setelah ia memenuhi hafalan sesuai jenjang pendidikan yaitu SD sebanyak 6 juz, SMP sebanyak 12 juz dan SMK sebanyak 15 juz.

Meskipun dibebankan demikian, hingga saat ini belum ada siswa yang tidak memenuhi target hafalan.

Dengan memperhatikan perkembangan ini, kedepan H. Khairul berencana akan menambah jenjang pendidikan ke arah perguruan tinggi berbasis Alqur’an. 

“Jika perkembangannya terus seperti ini, kita akan lanjutkan ke perguruan tinghi Alquran,” katanya.

Sementara itu, Guru SMP Ponpes Darusshomad, Zainul Khalil mengungkapkan, rahasia keikhlasan belajar santri di ponpes ini selalu dibangun oleh ketua yayasan. Ia mengaku setiap kali pengajian ketua yayasan selalu menanamkan asas ridho Allah Swt kepada santrinya.

Senada dikatakan Azima, santriwati Ponpes Darusshomad mengaku, ia selalu ditanamkan asas keikhlasan dalam belajar. Dengan asas yang ditanamkan itu membuatnya betah berada di ponpes. Bahkan ketika hari libur tiba, ia enggan untuk pulang kampung.

Ia berharap, semoga ponpes tempatnya menuntut ilmu ini kedepan lebih meningkat prestasinya.

“Di sini kami selalu dinasihati oleh bapak, bahwa apapun yang kami laukan hanya untuk mencari ridho Allah semata, lebih-lebih dalam proses belajar,” tutupnya. (cr-hen)

Hendri Setiawan/Warta Rinjani

BERPRESTASI: Keberadaan Ponpes Darusshomad Kerongkong, Kecamatan Suralaga meski terbilang muda tapi mampu mengukir prestasi tingkat internasional.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar