Ponpes Sunan Giri NW Berdiri Atas Perintah Maulanasyeikh

0
246
BERKHIDMAT: Ponpes Sunan Giri NW Montong Baan didirikan demi berkhidmat untuk umat.

SIKUR, Warta Rinjani—Perjalanan pendirian Pondok Pesantren Sunan Giri NW di Desa Montongbaan Kecamatan Sikur Lombok Timur cukup panjang. Ponpes yang didirikan sekitar tahun 1960 yang lalu itu tidak lepas dari campur tangan TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

“Cikal bakal pendiriannya dimulai dari diniyah. Aktivitas belajar mengajarnya masih berpindah-pindah, tidak tetap,” sebutnya kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Pada saat itu lanjut Wiralaga, diniyah itu tidak berjalan dengan baik. Melihat kondisi itu, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid (Maulanasyeikh) berinisiatif datang mengadakan pengajian di tempat tersebut. Setelah kehadirannya di tempagt itu, barulah dianjurkan mendirikan sebuah perguruan formal yang bernama Pendidikan Guru Agama (PGA) yang ditempus studinya selama 4 tahun kala itu.

Baca Juga  Industri Pencucian Sarang Walet Bisa Tingkatkan Nilai Ekspor

Saat anjuran membuat perguruan itu, maka oleh orang tuanya yang bernama H Abdul Azim alias Lalu Ratmaja selaku kepala desa waktu itu tidak berfikir panjang. Sang ayah kemudian mengajak para tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk mendirikan sekolah tersebut.

“Adanya aturan pemerintah waktu itu akhirnya PGA 4 tahun itu dirubah menjadi madrasah tsanawiyah,” jelasnya.

Wiralaga menyebutkan, itulah yang melatarbelakangi sehingga Yayasan Pendidikan Nahdlatul Wathan itu didirikan  dan menjalankan pendidikan formal, yakni madrasah tsanawiyah (MTs). Seiring berjalannya waktu dan dikategorikan maju, maka terbangunlah Madrasah Aliyah (MA).

Setelah berjalan beberapa tahun, barulah pada tahun 2003 dirubahlah namanya menjadi Pondok Pesantren Sunan Giri. Perubahan nama itu diambil dari sisi leluhur keluarga H Abdul Azim alias Lalu Ratmaja (Kepala Desa Pertama Montongbaan) yang sampai DNA—nya secara biologis ke Sunan Giri. Sebab menurut sejarah yang membangun Ponpes tersebut keturunannya berasal dari Jawa,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Komite Ponpes Sunan Giri Lalu Muktar menyatakan, madrasah ini sebenarnya didirikan karena masyarakat masih banyak belum paham dengan pendidikan agama.

Baca Juga  DPRD Setujui Dua Perda Pemkab Lotim Untuk Ditetapkan

“Masih banyak yang awam dan Alhamdulillah setelah didirikannya ponpes ini akhirnya ada perubahan di sisi pemahaman masyarakat,” jelasnya.

Mengenai prestasi yang pernah ditorehkan sebut Muktar, selama ini hanya berkutat di tingkat kabupaten dan belum ada yang sampai ke tingkat provinsi maupun nasional. “Intinya masyarakat juga melihat kualitas pendidik membuat mereka tertarik memasukkan anaknya sekolah di sana,” tutupnya. (yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar