Rekruitmen BPPD Tidak Transparan, DPRD Lotim Bakal Panggil Dispar

0
157

LOMBOK TIMUR – Rekruitmen pengurus Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Lombok Timur masih menyisakan masalah.

Tidak transparannya perekrutan calon pengurus mendapat reaksi beragam dari sejumlah pihak.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Lombok Timur H. Daeng Paelori, SE.
Menurut Daeng Paelori, rekruitmen personil BPPD Lotim haruslah orang yang benar-benar memahami dunia kepariwisataan. Bukan asal menempatkan orang yang tidak kredible. Apalagi yang tidak paham sama sekali dengan dunia pariwisata.

Apalagi isu yang beredar ditengah publik bahwa rekruitmen personil BPPD Lotim tidak transparan dan akuntabel . Sebab, akan berimbas pada visi dan misi Bupati dan Wabup Lotim untuk kemajuan pariwisata daerah kedepannya.

Ditegaskan Daeng Paelori, kehadiran BPPD sebagai mitra Dinas Pariwisata Lotim untuk membantu dan mengembangkan kepariwisataan. Bukan untuk sekedar mendapatkan anggaran rutin dari daerah.

“Perekrutan sebaiknya dilakukan secara terbuka dengan melibatkan semua stake holder. Bukan sembunyi-sembunyi. Umumkan melalui media massa layaknya proses rekruitmen seperti di BUMD. Sehingga orang yang memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata Lotim dapat terlibat didalamnya,” tegas Daeng Paelori yang juga Ketua DPD Partai Golkar Lombok Timur kepada media ini, Jum’at (10/6).

Baca Juga  Bahu Jalan Wisata Pantai Labuhan Haji Ambrol

Dia menambahkan, pelibatan organisasi yang memiliki induk dan telah diakui eksistensinya akan menambah kekuatan struktur personil didalamnya.
Misalkan, organisasi pers yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers serta Asosiasi kepariwisataan lainnya seperti Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Lombok Timur.

“Saya meyakini keterlibatan unsur-unsur tersebut dapat memberikan kontribusi besar terhadap pariwisata Lotim kedepannya. Pers bisa memberitakan potensi pariwisata dan lain sebagainya,” papar Daeng Paelori.

Lebih jauh Daeng mengingatkan, jika rekruitmen dilakukan secara tidak transparan dan menghasilkan personil BPPD yang tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan, percuma saja lembaga dewan memberikan anggaran. Yang ada hanya untuk menghabiskan anggaran daerah.

Baca Juga  DBHCHT Triwulan I, Pemkab Lotim Terima Transfer Pusat Rp. 16 Miliar

“Kalau tidak meyakinkan dewan apalagi tidak punya kompetensi dan pengetahuan tentang kepariwisataan, kenapa harus dianggarkan?,” tegasnya.

Salah satu pimpinan dewan yang dikenal vokal ini mengkhawatirkan kasus serupa dalam rekruitmen BPPD Lotim pada tahun sebelumnya. Yang terjadi, hanya seakan-akan merubah strukturnya saja tanpa ingin merubah semangat memperbaiki dan mengembangkan pariwisata.

Jika kasus ini berlarut-larut katanya, DPRD Lotim akan memanggil Dinas Pariwisata untuk segera meminta klarifikasi atas masalah yang muncul.
Apalagi masyarakat sudah mencium adanya ketidakberesan dalam perekrutan itu.

“Kalau personil BPPD kedepannya lebih kredible, saran saya, tinggal dikemas dan dipromosi ditambah dengan kebijakan yang berpihak kepada pariwisata. Itu semua akan jalan,” tandas Daeng menyarankan. (wr-di)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar