Rencana Penghapusan UN Disambut Baik Akademisi

0
66

Selong, Warta Rinjani – Penghapusan Ujian Nasional (UN) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makariem ditanggapi beragam kalangan. Akademisi, guru, bahkan pengamat pendidikan berkomentar tentang hal itu.

Menanggapi rencana Mendikbud, salah satu Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Johari Mariam justru menyambut baik wacana revisi UN ini.

“Rencana Menteri Pendidikan merevisi UN ini merupakan ide bagus,” kata Johari Marjan.

Wacana penghapusan UN diganti dengan sistem standar literasi dan numerik ini malah lebih bagus. Sistem literasi ini lebih kepersoalan penalaran tentang sesuatu yang di fahami. Sehingga, bisa menghasilkan produk.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

Dia mengatakan, selama ini sistem UN hanya berpaku pada aspek kognitif saja. Bahkan, UN cenderung menjadi momok bagi siswa dan guru. Sistem UN ini kelihatan seperti sistem kejar target bagi guru.

Sejauh ini sistem UN belum memberikan solusi atas dunia pendidikan. Namun, hanya sebagai penentu akhir dari sebuah jenjang pendidikan. Sehingga sistem UN memang harus direvisi dengan pola yang lain.
Dengan sistem standar literasi dan numerik akan lebih menarik.Tapi, belum berarti dianggap meringankan bagi peserta didik.

Baca Juga  Dikbud Lotim Respon Positif Aturan Pernikahan Dini Dikalangan Pelajar

Untuk itu, selain kesiapan siswa dan guru, juga perlu persiapan pengaturan pada perangkat pembelajarannya. Agar, secara administratif guru lebih terlihat pro aktif.

“Kalau polanya begitu, dengan 6 mata pelajaran misalkan, akan lebih berat kecuali, 1 atau dua mata pelajaran. Namun akan ditunggu kejutan dari mendikbud pada atau sistem yang dibangun masih kita tunggu. Tapi, ini masih wacana,” ujarnya. (cr-pol)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar