Rest Area di Kawasan Hutan Lindung Diduga Tak Berizin

0
613

SUELA, Warta Rinjani—Unit Pengelola Teknis (UPT) Kebun Raya Lemor mempersoalkan pembangunan rest area di kawasan hutan lindung Lemor. Diduga rest area tersebut belum mengantongi izin, alias ilegal.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT), Edi Hamdani mengungkapkan, pembangunan rest area yang diperkirakan seluas 5 are di kawasan hutan lindung tersebut merupakan milik pribadi oknum mantan wakil rakyat.

“Kita pernah mencoba menegur dan mendatangkan yang bersangkutan. Tapi saat pertemuan, yang bersangkutan malah seumbar akan mengambil lebih banyak lagi lahan yang ada,” jelasnya, kepada Warta Rinjani, Senin (10/2).

Baca Juga  Bunda Niken Tegaskan PKK NTB Siap Menjadi Organisasi Modern

Tak ingin debat kusir belanjut lebih jauh, Edi mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim. Ia berharap persoalan tersebut segera ditanggapi oleh dinas terkait.

Alih-alih mendapatkan jawaban mengena, jelasnya, sang pemilik lahan justru berencana akan mengambil lahan seluas satu hektar lagi kawasan tersebut.

Baca Juga  Tahun 2021, Posyandu Keluarga Ditarget 100 Persen

Sementara itu, Sekretaris Desa Suela M Ihsan mengaku tidak mengetahui secara pasti pembangunan rest area tersebut. Hal itu karena tidak adanya pengajuan apapun dalam bentuk izin kepada pemerintah desa setempat.

“Mengenai pembangunan rest area kita tidak tahu pasti. Karena dari pihak terkait tidak pernah memberitahu apalagi mengajukan izin,” ucapnya. (cr-hen)

Hendri Setiawan/Warta Rinjani

DIDUGA ILEGAL: Rest area yang berada di sekitar hutan lindung kawasan Lemor diduga tidak berizin.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar