RTLH Lotim Capai 35.236 Unit

0
126

SELONG, Warta Rinjani – Kabupaten Lombok Timur masih menjadi prioritas penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTB. Total rumah yang tidak layak huni yang membutuhkan perbaikan dan penanganan serius hingga saat ini sebanyak 35.236 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Timur, Ir Syahri menyebutkan, massifnya penanganan RTLH di Kabupaten Lotim oleh karena kondisi permukiman masyarakatnya masih butuh perhatian pemerintah. Untuk penanganan peningkatan perbaikan per satu unit rumah memperoleh anggaran Rp 17,5 juta.

“Dana ini dikelola oleh Kelompok Sosial Masyarakat (KSM),” katanya kepada Warta Rinjani, Senin (3/2).

Sementara untuk pembangunan rumah baru RTLH, jelasnya, alokasi anggaran yang disediakan Rp 30 juta per unit.   

Data Dinas Perkim Lotim tahun 2019, lanjutnya, sebanyak 1.380 unit rumah tidak layak huni telah dikerjakan. Pengerjannya melalui anggaran masing-masing OPD lintas sektoral. Diantaranya, Dinas Perkim Lotim sebanyak 307 unit, Program TMMD 100 unit, Dinas PUPR NTB sebanyak 108 unit, TBM reguler atau dana aspirasi dewan sebanyak 768 unit, dan 100 unit didanai melalui APBN pada program strategis nasional. 

Baca Juga  Bahas PDAM, LSM LIRA -Anggota Komisi III, Bersitegang

“Terkait RTLH yang diprogramkan melalui Baznas, Dinas Sosial, BPM dan lainnya, belum terkonfirmasi sehingga kami harus mendata kembali,” ujar Syahri.

Pada tahun 2020, nampaknya penanganan RTLH sedikit memberikan angin segar bagi Kabupaten Lombok Timur. Rencana perbaikan dan peningkatan RTLH bisa mencapai 4.069 unit.

Bupati Lotim disebutnya mengisyaratkan masing-masing desa dan kelurahan menangani sebanyak 10 unit. Dari itu, didapatkan angka mencapai 2.540 unit.

Demikian pula dana aspirasi dewan, untuk RTLH diperkirakan membangun 522 unit. Belum termasuk yang dianggarkan melalui APBN sebanyak 700 unit dan yang menggunakan DAK sebanyak 307 unit.  

Baca Juga  Terkait Penarikan Retribusi Pantai Suryawangi, Camat Labuhan Haji : Itu Bukan Pungli

“Sisa RTLH yang masih membutuhkan penanganan selanjutnya sebanyak 33 ribu unit lebih. Tapi, kami juga berharap pihak lain ikut berpartisipasi mendonasikan dananya untuk RTLH, baik itu berasal dari pihak CSR BUMN dan lain-lain,” terangnya.

Ia juga berharap agar masyarakat lebih konsisten memberikan laporan terkait kondisi rumah mereka. Sehingga, tidak lagi ada pendataan yang salah.

KSM pun akan tetap memantau perkembangan penanganan RTLH temasuk prosedur pencairannya. Dana RTLH tersebut tidak langsung ke masyarakat penerima bantuan, tetapi dari BPKAD Lotim ke KSM. Sehingga pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan. (dy) 
#
Berita & Foto : Suhaidy/Warta Rinjani
Berita Foto : “NARA SUMBER” Total RLTH yang membutuhkan perbaikan dan penanganan serius hingga saat ini sebanyak 35.236 unit.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar