Rumaksi Tidak Ingin Lotim Jadi Daerah Termiskin

0
231

SELONG, Warta Rinjani—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belakangan ini gencar mengkampanyekan perlawanan terhadap kemiskinan. Terelbih Lotim tercatat sebagai penyumbang terbesar angka kemiskinan di NTB.

Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi mengatakan, ia masih sanksi dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah angka kemiskinan di daerah yang dipimpinnya. BPS merilis angka kemiskinan di Lotim 16.55 persen dari jumlah penduduknya.

Data yang dikeluarkan BPS itu disebutnya berbeda dengan angka dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Di dalam angka yang dirilis, tercatat sekitar 300-an ribu jiwa warga miskin setelah terverifikasi.

“Sebelumnya angka kemiskinan mencapai 800 ribu jiwa,” jelasnya, Kamis (6/2). 

Baca Juga  Kerap Beraksi di Lotim, Dua Pelaku Spesialis Jambret Diringkus

Karena itu, terangnya, lewat labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di Lotim disebutnya sebagai bentuk pengakuan pemerintah bahwa masyarakat tersebut benar-benar miskin. Di samping itu, bantuan pemerintah nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat dalam program pengentasan kemiskinan.

“Kebanyakan di tengah masyarakat kita ini menganggap dirinya miskin dengan harapan mendapatkan bantuan pemerintah. Padahal, mereka itu ada yang punya rumah bertingkat, kendaraan dan tanah,” jelasnya.

Melalui labelisasi rumah ini, lanjutnya, untuk mengingatkan warga siapa yang benar-benar miskin dan patut mendapatkan bantuan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

Kegiatan labelisasi rumah ini ternyata memberikan dampak positif bagi pemerintah. Di mana warga yang sebelumnya menerima bantuan PKMPKH banyak yang mengundurkan diri. 

H Rumaksi juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah bank untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk subsidi bunga bank serta pembayaran tanggungan premi asuransi. Dengan bantuan tersebut masyarakat dapat membeli ternak sapi. 

“Pemerintah mengalokasikan sekitar 1.500 orang bantuan subsidi bunga bank. Diharapkan masyarakat dapat memperbaiki taraf hidupnya sendiri sehingga angka kemiskinan dapat berkurang secara signifikan,” harapnya.

Ia tidak ingin Lombok Timur menjadi daerah terbelakang. Baik itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun paling miskin di NTB. (dy)

Suhaidi/Warta Rinjani

Foto: H. Rumaksi

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar