Sanggar Senam Zumba yang menjadi Viral di Medsos Ditutup Sementara

0
610

LOMBOK TIMUR – Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio, SIK, MH, mengapresiasi laporan masyarakat terkait kegiatan senam Zumba yang telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB No. 50 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular.

Aksi senam Zumba sejumlah perempuan yang berada di gedung sanggar senam Zumba di Kecamatan Masbagik, telah menyalahi ketentuan yang diatur pemerintah.
Aktivitas sanggar senam itu pun harus ditutup sementara karena menyalahi protokol kesehatan Covid-19.

“Tujuan pemosting adalah baik bagaimana kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19 ini. TNI/Polri hanya memback up aturan yang telah dilahirkan pemerintah daerah dengan sejumlah sanksi berupa administrasi dan denda dalam bentuk denda uang,” ujar Kapolres Lotim dalam keterangan pers di Humas Polres Lotim, Senin (28/9).

Viralnya video senam zumba oleh sekelompok ibu-ibu yang diposting salah satu akun di medsos sebagai bentuk kepedulian. Sehingga tempat yang berpotensi mengumpulkan massa harus mematuhinya. Karenanya, pengelolanya pun harus menggunakan standar protokol kesehatan yang lazim disosialisasikan selama ini.
Hal ini menurut kapolres, mengantispasi menularnya virus Corona yang dikategorikan berbahaya.

Demikian pula yang diungkapkan Dandim 1615/Lotim Letkol. Agus Donny Prihanto.
Menurutnya, partisipasi masyarakat di Lombok Timur samgat dibutuhkan dalam meminimalisir serta memberantas mewabahnya Covid-19.
Bagi aparatur negara, sangat mustahil untuk mengecek kegiatan masyarakat satu persatu. Namun yang diharapkan peran serta partisipasi masyarakat dalam menegakkan Perda No. 7 tahun 2020.
“Kedepannya, jika ada kegiatan masyarakat yang berpotensi terjadinya kerumunan massa sebaiknya memperhatikan protokol kesehatan,” saran Dandim 1615/Lotim itu.

Baca Juga  DBHCHT Triwulan I, Pemkab Lotim Terima Transfer Pusat Rp. 16 Miliar

Sementara itu, Fauzan salah satu warga yang melaporkan aktivitas Senam Zumba di Masbagik mengakui, jika laporannya kepada Polres Lotim dan tim gugus tugas Lotim tidak memiliki unsur politis atau unsur lainnya.
Baginya, laporan tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Berkaca pada kasus yang menimpa Bupati Lombok Timur, bukan mustahil akan menimpa masyarakat lainnya, termasuk pengelola gedung sanggar senam itu.

“Kami tidak punya niatan dan kepentingan lain selain menertibkan aktivitas senam zumba tersebut agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Disamping bentuk penyadaran dan membangun partisipasi masyarakat sesuai Perda yang telah diatur,” ujar Fauzan.

Trauma kata relawan Covid-19 ini, menjadi alasan. Sebab, Lombok Timur termasuk pemimpin didaerah ini telah dinyatakan positif Corona.
Pemuda di Lombok Timur salah satu elemen, tergerak hatinya agar kasus yang lebih meluas dapat segera dicegah.

Baca Juga  Selain Somasi, ASITA Lotim Minta Rekrutmen BPPD Lotim, Diulang

Untuk itu, Fauzan menawarkan nota kesepahaman kepada pemegang kebijakan dalam hal ini Tim gugus tugas percepatan dan Penanganan Covid-19 Lombok Timur.
Diantaranya, pertama, mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat lebih efesien dan sesuai protokol Covid-19 yang sudah diatur dalam perda.
Kedua, optimalisasi fungsi koordinasi pemdes dan kapolsek / kapolres serta satu kesatuan gugus tugas. Ketiga, memfasilitasi perlengkapan protokol kegiatan keagamaan dan masyarakat.
Keempat, memberikan pemahaman kepada mayarakat dan kelembagaan.
Serta, mendeklarasikan gedung-gedung zumba dan lainnya sebagai penanganan Covid-19. Tak kalah pentingnya, sosialisasi dengan masyarakat dengan penanganan yang lebih aktif dan membangun pondasi perekonomi yang efektif ditengah masyarakat.

Pengelola gedung sanggar senam Zumba, Sakmah saat dihubungi awak media, enggan memberikan komentar terkait kegiatan yang dilakukan para anggotanya.

“Mohon maaf, No comment,” kata Sakmah sambil berlalu usai jumpa pers bersama Sekda Lotim Drs. HM. Juaini Taopik bersama Kapolres Lotim, Dandim Lotim dan Kasat Pol PP Lotim di Mapolres Lotim. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar