Satu Rumah Satu Pohon Durian

0
223

MONTONG GADING, Warta Rinjani—Pemanfaatan lahan pekarangan rumah tengah digencarkan Pemerintah Desa Pringgajurang Utara, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim). Pemdes setempat mengajak warganya menanam durian di pekarangan rumah masing-masing.

“Ini hasil musyawarah bersama semua unsur, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan hasil koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) Lombok Timur tentang pemanfaatan dana desa,” ungkap Kepala Desa Pringgajurang Utara, Abdul Halim kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Ajakan menanam durian di pekarangan rumah warga bukan tanpa alasan. Ini karena sebagian besar rumah penduduk di desa itu memiliki pekarangan yang relatif luas.

Lewat program ini nantinya diharapkan bisa berdampak terhadap perekonomian warga. Terlebih jenis buah yang beraroma menyengat ini banyak digemari konsumen.

Demi menyukseskan program tersebut, pengadaan bibit durian dipastikan mulai tahun ini. Pencanangan gerakan tanam durian ini didasrkan dengan jumlah kepala keluarga (KK) di desa itu.

Baca Juga  Jaga Kondusifitas, Masyarakat Desa Rambitan dan Ketara Sepakat Serahkan Konflik ke APH

“Karena jumlah KK kita 1.700 lebih, maka tentu kita akan beli sejumlah itu,” sebutnya.

Mengenai pengadaan bibit durian sebut Halim, sudah masuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 150 juta.

Sejauh ini, pihaknya sedang melakukan kalkulasi dan penjajakan mengenai jumlah pohon durian dan harga bibit. Kedepan lewat program ini diharapkan Desa Pringga Jurang Utara akan menjadi penghasilan terbesar di Lombok Timur.

“Dalam jangka 5 tahun kedepan Pringgajurang Utara akan menjadi satu sentra buah durian Lombok Timur,” tegasnya.

Selain fokus pada durian, kepala desa yang baru dua tahun menjabat tersebut akan fokus memanfaatkan lahan-lahan kategori marjinal. Ini karena di desa itu masih banyak lahan seperti tebing yang tidak dimanfaatkan.

“Asumsi sederhana dari program tersebut, jika kita punya lahan kosong yang tidak termanfaatkan paling tidak bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

Baca Juga  Masyarakat dan Investasi Harus Menemukan Win-Win Solution

Sementara bagi masyarakat yang tidak memiliki pekarangan, lanjutnya, pemerintah desa akan tetap memberikan supaya bisa di tanam di tempat lain. Sebut saja seperti sawah dan kebun yang dimiliki masyarakat.

“Untuk awal ini kami akan memprogramkan durian dulu baru kemudian selanjutnya bibit alpukat dan manggis. Walaupun masyarakat tidak memiliki pekarangan tapi mereka bisa tanam ditempat lain,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Hairul Wardi mengapresiasi program yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat. Ini karena kegiatan tersebut sudah masuk dalam proses realisasi.

“Pemerintah desa akan memberikan bibit unggul sesuai varietas yang diakui oleh lembaga sertifikasi,” sebutnya.

Lebih jauh Wardi menyakinkan bahwa program yang dilakukan pemerintah desa bisa dianggap bukan main-main. Program ini sudah masuk menjadi RKPDes 2020.

“Ini program pasti karena sudah masuk dalam APBDes,” sebutnya. (cr-yk)

Hairul Subawaih/Warta Rinjani

CANANGKAN DURIAN: Desa Pringgajurang Utara kini tengah mencanangkan diri sebagai desa dengan penghasil durian terbesar di Lombok Timur.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar