Seluruh Calon Kades di Lotim Diisyaratkan Suntik Vaksin

0
142

LOMBOK TIMUR – Vaksinasi menjadi salah satu syarat tambahan bagi seluruh calon kepala desa yang akan bertarung dalam Pilkades 28 Juli 2021 mendatang.

Namun bukan berarti menjadi syarat mutlak bagi seluruh calon kades untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 29 desa di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lombok Timur, Muhammad Khairi, SIP, MM mengatakan, persyaratan tambahan berupa vaksinasi itu manakala masih ada pelayanan suntik vaksin dimasa pandemi Covid-19.

“Vaksinasi bukan syarat mutlak tapi hanya tambahan saja. Baik vaksinasi tahap 1 atau 2. Sebab, calon kepala desa menjadi contoh bagi warganya untuk melakukan vaksinasi,” ujar M. Khairi pada wartawan.

Dikatakan Khairi, keikutsertaan seluruh calon kepala desa dalam vaksinasi juga menjadi bagian untuk mensosialisasikan program pemerintah.

Baca Juga  BP3AKB Lotim Dorong Dikbud Buat Aturan Tentang Pernikahan Dini

Ia mengingatkan bahwa dalam Pilkades mendatang Standar Operasional Prosedural (SOP) untuk protokol kesehatan (Prokes) menjadi syarat mutlak. Seluruh titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan panitia ditingkat desa menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) seperti thermogun, masker, hand sanitizer, air cuci tangan dan lain-lainnya.

Selain itu tambah Khairi, pemilih tidak diperkenankan berkerumun, tetapi pemanggilan akan dilakukan secara bergelombang saat memasuki lokasi TPS.

“Ada tata cara dalam pemilihan nantinya. Jadi, pemilih tidak datang secara serempak tapi bergelombang. Misalnya, sekian ratus orang per gelombang. Ini untuk menghindari penumpukan atau kerumunan,” ujarnya.

Pengaturan itu kata dia, selain pemilih tertib dalam memberikan hak suaranya juga untuk menegakkan prokes.
Diyakininya, Pilkades ini tentunya menyita konsentrasi masyarakat. Karena semua mata tertuju pada calonnya masing-masing.

Baca Juga  Pemprov NTB Tandatangani Kesepakatan Addendum dengan PT GTI

Jika ada penumpukan massa yang luar biasa tentunya akan diurai agar tidak terjadi kerumunan. Demikian pula lokasi TPS akan ditambah apabila pemilihnya lebih dari 500 orang.

“Kalau satu TPS pemilihnya lebih dari 500 pemilih, maka akan kita tambah kotak suaranya supaya tidak ada kesan penumpukan. Tapi itu semua tergantung jumlah pemilih pada satu desa. Ada pula desa yang penduduknya terpencar, akan kita tempatkan juga TPS,” tandas Khairi. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar