Sementara, Dinni Rinjani Auliya Peserta CPNSD Lotim Raih Nilai Tertinggi

0
3923

SELONG, Warta Rinjani – Hingga memasuki hari ke-9 , ribuan peserta CPNS Lombok Timur  berguguran. Hingga pukul 13.00 wita, Rabu (12/2), dari 4.361 peserta yang mengikuti tes Seleksi Ketrampilan Dasar (SKD), sebanyak 3.209 peserta dinyatakan tidak Passing Grade (PG) atau standar kelulusan. Sisanya 1.152 peserta berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Menariknya, hanya satu peserta yang memiliki nilai tertinggi 424 atas nama Dinni Rinjani Auliya, Formasi Guru IPA SMP 4 Jerowaru, Lombok Timur.

Kepala Bidang Data dan Formasi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, L. Agus Satriawan, menyebutkan, untuk sementara ini, jumlah peserta CPNSD yang tidak lolos Passing Grade (PG) karena nilai SKD mereka dibawah ambang  batas yakni 271. Sebanyak 11.107 pelamar yang mengikuti test menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Sesuai Peraturan Menteri PAN-RB No. 24 tahun 2019 tentang nilai ambang batas kelulusan CPNS yang harus dilaksanakan sesuai formasi ada tiga komponen diantaranya, Tes Wawasan Kebangsan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan  Tes Kompetensi Pribadi (TKP).

Baca Juga  Bunda Niken Ajak Kader PKK NTB Maksimalkan Penggunaan Aplikasi SIP Posyandu

“Standar nilai TWK yakni 65, TIU standar nilai 80 dan standar nilai TKP yakni 126. Nilai yang dikumpulkan oleh peserta minimal ketiga komponen itu harus terpenuhi. Jika tidak, dinyatakan tidak Passing Grade dan tidak berhak mengikuti tes berikutnya yakni tes SKB,” ujar Agus Satriawan kepada Warta Rinjani, Rabu (12/2).

Diakuinya, hingga hari ke sembilan peserta yang dinyatakan tidak lolos dengan nilai ambang batas yang telah ditentukan cukup besar. Dari peserta itu pula nantinya akan diterbitkan peserta yang dinyatakan lulus 3 besar sesuai ranking/peringkat nilai. Peringkat tiga besar tersebut akan diikutsertakan dalam SKB se Nusa Tenggara yang jadwalnya akan ditentukan kemudian oleh Badan Administrasi Kepegawaian Nasional (BAKN) pusat. Sebanyak 1.446 formasi yang akan mengikuti tes berikutnya dari kebutuhan formasi CPNS 482 pelamar.S Meskipun sistem test kali ini mengalami perubahan mengacu pada Perka BAKN No. 16 tahun 2018. Sebelumnya, mengacu pada Perka BAKN No. 8 tahun 2018 tentang rekrutmen CPNS.

Baca Juga  Kapolda NTB : Lotim Patut Dicontoh Daerah Lain di NTB

Agus juga akan mereview kembali sejumlah peserta yang dinyatakan tidak hadir dalam sesi test SKD. Ketidakhadiran peserta seleksi nantinya akan dibahas di BAKN. Sebab, kebanyakan peserta yang tidak hadir dikarenakan terlambat atau bahkan tidak mengetahui jadwal seleksi.

“Sesuai Perka BAKN No. 50 tahun 2019 pengumuman seleksi minimal 7 hari sebelum pelaksanaan tes. Sementara di Lombok Timur, malah 10 hari. Mengenai kompensasi bagi peserta yang tidak hadir akan dibicarakan nantinya,” ujarnya.

Men PAN-RB juga mengeluarkan surat edaran No. 111 tahun 2020  tanggal 10 Februari 2020 tentang ranking peserta yang memiliki nilai yang sama. Sebab, peserta yang mengikuti tes SKB selanjutnya akan diambil tiga besar.

Ia mencontohkan, jika peserta A memiliki nilai yang sama dengan peserta B, maka yang harus diperhatikam diutamakan nilai komponen TKP. Kemudian nilai TIU dan TWK.T Tetapi jika nilai TKP, TIU dan TWK sama juga, maka peserta tersebut dapat diikutsertakan untuk tes SKB, meski lebih dari tiga peserta sesuai ranking yang dipersyaratkan. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar