Siswa MANW Bagik Payung Buat Miniatur Kapal Laut

0
555

SURALAGA, Warta Rinjani—Dua orang siswa Madrasah Aliyah (MA) NW Bagik Payung, Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim) mampu membuat miniatur sejumlah benda. Kedua siswa itu adalah Lalu Ahmad Mawardi dan Musa Astsani.

Beberapa miniatur yang telah diciptakan kedua siswa ini adalah kapal laut dan sepeda motor. Kedua Siswa ini baru duduk di kelas XI.

Kepada Warta Rinjani, Lalu Ahmad Mawardi menjelaskan, awal pembuatan miniatur ini karena ia melihat banyak banyaknya bambu disekitar desanya. Bambu ini disebutnya memiliki banyak manfaat.

“Akhirnya suatu hari saya mencoba membuat miniatur. Awalnya miniatur kapal laut,” ujarnya, Rabu (12/2).

Diambilnya miniatur kapal laut lantaran stok bambu yang dimilikinya cukup banyak. Hanya saja, dalam proses pembuatan miniatur benda yang mengapung di lautan ini disebutnya membutuhkan waktu yang lama.


Miniatur yang dibuatnya ini, jelasnya, dibuat sepulang sekolah. Itupun jika dirinya memiliki kesempatan mengerjakannya.

Baca Juga  Kapolda NTB : Lotim Patut Dicontoh Daerah Lain di NTB

Untuk memudahkan proses pengerjaan benda tersebut, ia mengaku mengambil referensi lewat Youtube. Langkah ini diambil agar hasilnya maksimal.

“Dibutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 hari agar miniatur ini bisa jadi,” terangnya.

Setelah karyanya yang satu ini dianggap sukses, ia pun mencoba membuat miniatur benda yang lain, yakni sepeda motor. Miniatur sepeda motor yang dibuat terdiri dari beragam jenis. Salah satunya yakni L 100.

Rupanya, hasil percobaannya itu menuntut menghasilkan karya-karya lainnya. Salah satunya adalah pesawat terbang.

“Bentuk pesawat terbang yang kita buat ada seperti Pesawat Garuda, Lion Air, Air Asia dan sebagainya,” jelasnya.

Sama halnya dengan Lalu Ahmad Mawardi, teman satu kelasnya yakni Musa Assani, juga bisa membuat miniatur sepeda motor dan kursi meja. Kemampuannya membuat miniatur benda dari bambu disebutnya berasal dari Youtube dan belajar di sekolah.

“Tapi kemarin dan saat ini saya tekuni untuk membuat kursi meja. Ini karena bahan dasarnya sangat mudah ditemukan,” terangnya.

Baca Juga  Bunda Niken Ajak Kader PKK NTB Maksimalkan Penggunaan Aplikasi SIP Posyandu

Dari karya yang telah dikerjakan ini, terangnya, kini ia fokus menggarapnya untuk keperluan komersil. Sejauh ini hasil karyanya sudah ada pesanan dari Bali.

“Bahan bambu ini bukan sembarang bambu, tetapi bambu yang berkualitas sehingga hasilnya bagus dan dari segi harga pasti berbeda,” tegasnya.

Sementara itu, guru sekaligus pembinanya, Fathul Yakin SPd mengatakan, pihaknya sangat bangga dan kagum terhadap kedua siswanya itu. Kemapuan yang dimiliki siswanya jarang bisa diikuti oleh siswa kebanyakan.

“Sebagai seorang guru, saya merasa bangga dan sangat mendukung kreasi siswa. Baik untuk sekolah ini apalagi dirumahnya,” jelasnya.

Masih kata Fathul, pihaknya juga selalu memberikan semangat kepada kedua siswa tersebut. Dukungan sama juga diberikan terhadap siswa lainnya.

“Kita akan memberikan semangat untuk bisa berkreasi lebih banyak lagi kepada siswa-siswi di sini untuk dikembangkan dan itu juga bisa dijual sebagai pemasukan mereka,” ujarnya. (cr-sul)

Sulpi/Warta Rinjani

KREATIF: Dua siswa MA NW Bagik Payung, Kecamatan Suralaga menunjukan kreativitasnya membuat miniatur benda berbahan bambu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar