Tanaman Diserang Hama, Petani Cabai di Lotim Merugi

0
53

LOMBOK TIMUR – Petani cabai di Lombok Timur (Lotim) khususnya di Desa Denggen, Kecamatan Selong, diresahkan dengan hama yang menyerang tanaman mereka. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Demikian kalimat yang tepat yang saat ini dirasakan salah seorang petani cabai Lotim, Lalu Dedi Satriawan. Selain tanaman cabai rusak akibat cuaca, sekarang dibuat mengeluh atas serangan hama yang menimpa tanaman cabainya. Pasalnya, ia merasa dibuat merugi atas hasil panennya yang lebih sedikit dari biasanya.

“Dengan luas lahan 50 persegi, dulu kalau saya panen bisa sampai 20-30 kg dalam waktu Lima hari, tapi sekarang saya hanya dapat 6kg saja,” terang Dedi, Rabu, (7/4).

Baca Juga  Soal Kuota CPNS dan PPPK Lotim, BKPSDM Akui Ada Kesalahan Teknis

Saat ini harga cabai di Lotim mulai mengalami penurunan, yang dari Rp.150 per kg, kini menjadi Rp. 80 per kg. Dengan keadaan cabai yang diserang hama dan terjadinya penurunan harga, semakin membuat petani menepuk jidat karena harus mengalami kerugian.

“Sekarang harga mulai turun, kita jual kepengepul seharga Rp.50.000 per kilogram, sedangkan hasil panen kita tidak begitu banyak akibat kebanyakan rusak terserang hama,” jelasnya.

Baca Juga  Antisipasi Potensi Transmisi Covid-19, Wagub Apresiasi Langkah Kapolda NTB

Tak hanya Dedi, petani cabai asal Desa Kabar Kecamatan Sakra Lotim, Hairil juga merasakan hal yang sama. Ia menyebutkan, beberapa minggu terakhir tanaman cabai miliknya juga rusak diserang hama. Hasil panen cabainya pun kini jauh dari kata stabil.

“Dalam sekali panen, kita bisa menghasilkan setengah dari biasanya,” katanya.

Masih kata Hairil, guna mengecilkan kerugian akibat cabai yang rusak terpaksa dijemur menjadi cabai kering. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar