Tanggul Puskesmas Selong dan Denggen Jadi Perhatian

0
189

SELONG, Warta Rinjani—Intensitashujan yang cukup tinggi ditambah buruknya saluran drainase menjadi salah satu penyebab robohnya tembok Puskesmas Selong. Bedgitu juga dengan masuknya air yang menggenangi sejumlah ruangan perawatan Puskesmas Denggen, Lombok Timur.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Selong, Lalu Muktar menyebutkan, longsoran tanggul halaman belakang kantor Puskesmas Selong diduga karena timbunan yang belum padat. Padahal Puskesmas Selong baru selesai dibangun November tahun 2019 lalu.

“Saya yakin akan terjadi lagi longsoran pada titik yang sama jika tidak cepat ditanggulangi dengan segera,” ucapnya kepada Warta Rinjani, Sabtu (1/2).

Total kerugian akibat longsor diprediksi Rp 60 juta hingga Rp 70 juta. Jumlah ini belum termasuk menghitung kerusakan 9 unit sepeda motor yang jatuh. Rinciannya, yakni 5 unit sepeda motor milik pegawai Puskesmas, 1 unit milik kader peserta pelatihan, dan 3 unit milik keluarga pasien.

Meski tembok talut itu ambrol, pihaknya bersyukur karena tidak berdampak pada bangunan gedung. 

Sesuai hasil rapat yang dihadiri Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Camat Selong, perbaikan dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. Namun, ia memaparkan, terkait besar anggaran dan waktu pelaksanaannya belum diketahui. 

Baca Juga  Milestone Industri Baru Pencucian Sarang Walet di NTB

“Kan nunggu laporan dari dinas dulu, baru nanti perkiraan biaya bisa dikalkulasikan anggaran perbaikannya, lalu nanti disampaikan ke BPBD Lotim,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Denggen, Zahratul Munawarah mengatakan, air yang menggenangi sejumlah ruangan perawatan mengakibatkan kerusakan pada tembok belakang puskesmas. 

“Banjir kemarin mengakibatkan kerusakan pada tembok belakang puskesmas,” ucapnya. 

Ia menjelaskan, banjir tersebut disebabkan karena lubang sungai tersumbat oleh sampah kiriman dari hulu. Sampah kiriman itu berupa sampah pertanian. Selain itu, curah hujan tinggi dan debit air besar menyebabkan air memasuki ruangan Puskesmas Denggen.

Ia juga menyebutkan, posisi badan jalan lebih tinggi dari halaman puskesmas. Jika debit air besar selalu masuk ke halaman puskesmas. 

Di samping itu, kecilnya pembuangan air di puskesmas menjadi salah faktor pendudkung terjadinya genangan banjir di halaman Puskesmas. “Genangan air bukan hanya di halaman Pusksemas tapi juga masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan, dan sejumlah kamar mandi. Bahkan tembok belakang Puskesmas jebol,” tuturnya.

Baca Juga  Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Tak Berdosa Dibuang di Sungai Darmasari - Sikur

Ia mensyukuri ternyata tak ada satu pun alat kesehatan maupun fasilitas medis lainnya yang rusak. Sehingga perawatan bagi pasien tetap berjalan dengan normal.

Ia mengatakan, sempat terbersit untuk menghentikan pelayanan kesehatan. Namun mengingat 

adanya pasien opsi itu terpaksa dibatalkan meski genangan air belum surut.

Ia mengatakan, untuk sementara tembok yang mengalami kerusakan sudah ditutup menggunakan bambu. Sedangkan untuk bangunan masih menunggu anggaran tahun 2021 untuk direnovasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Termasuk, anggaran perluasan sebesar Rp 500 juta. 

Selain memperbaiki gedung, sebutnya, juga memperbaiki tata ruang, terutama halaman puskesmas lebih tinggi dari badan jalan. Termasuk diantaranya memperbesar pembuangan air agar tidak lagi menggenangi halaman Puskesmas.

Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi terjadi Jumat (31/1) lalu. Hujan yang terjadi di sekitar Kecamatan selong ini membuat sejumlah tempat banjir. Beberapa di antaranya seperti Kampung Lauq Masjid di Pancor dan Denggen. Selain itu, hujan lebat itu juga menyebabkan ambrolnya tembok talut di Puskesmas Selong. (cr-pol) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

NORMAL: Aktivitas layanan di Puskesmas Denggen berjalan normal pasca dikepung banjir pada Jumat (31/1) lalu.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar