Tanpa Dana Stimulan, PD Agro Selaparang Masih Bisa Berinovasi

0
209

LOMBOK TIMUR, wartarinjani.net – Untuk bisa bertahan, UD Agro Selaparang tengah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak untuk peningkatan kapasitas.

Salah satunya, mengikuti tender pengadaan cangkang kemiri dan cangkang sawit bersama salah satu perusahaan rokok terbesar, PT Bentoel.

Direktur Utama UD. Agro Selaparang, Sukirman, SH, mengungkapkan, tahun ini suntikan modal kepada perusahaan daerah yang dipimpinnya
ditiadakan. Kendati demikian, UD Agro Selaparang telah melakukan langkah strategis untuk terus berkreasi dan berinovasi mempertahankan produk yang tengah dijalankannya.

“Penyertaan modal tahun ini tidak ada kepada UD Agro. Tapi, kami terus melangkah dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” kata Sukirman kepada wartawan, Selasa (16/2).

Kerjasama dengan berbagai pihak itu tambah Sukirman, yakni mengikuti pelelangan pengadaan cangkang kemiri dan sawit.
UD Agro telah menjalin kemitraan dengan Pemprov NTT dalam penyediaan bahan baku. Sebab, kebutuhan akan cangkang kemiri sebanyak 1000 ton. Demikian pula cangkang sawit sebanyak 4000 ton per musim.

Untuk memenuhi kuota bahan baku itu, saat ini sudah terkirim ke Lotim sebanyak 500 ton.

“Tahun 2020 lalu, cangkang kemiri sudah dipakai sekitar 1000 ton. Tapi, kita harus memiliki modal besar untuk memenuhi kebutuhan itu.
Dan kita juga sudah bekerjasama dengan UD Wira, salah satu perusahaan penyedia cangkang kemiri dan cangkang sawit,” ungkap Sukirman.

Baca Juga  Pilkades Serentak di Lotim Akan Diikuti 122 Calon

Masih kata Sukirman, ada alasan tertentu PT. Bentoel menggunakan cangkang kemiri dan sawit sebagai bahan baku. Ketersediaan bahan baku itu selain untuk mengurangi kegiatan ilegal logging, harganya cukup terjangkau, pun dalam peng-ovenan aroma tembakau sedikit berbeda.

Sukirman juga mengungkapkan, alasan lain untuk terus bertahan, UD Agro melakukan kerjasama dengan sejumlah SKPD dalam pengadaaan beras dan garam beryodium.

“Ada imbauan dari pak bupati agar produk yang dijalankan UD Agro dapat digunakan oleh SKPD,” ujarnya.

Sebenarnya banyak cara untuk melakukan ekspansi usaha. Hanya saja kata Sukirman, terkendala pada modal.
Diakuinya sebelumnya, suntikan modal Rp. 1.5 miliar tahun 2020 lalu masih bisa dilakukan berbagai bentuk usaha.  Dan dana stimulan dari Pemkab Lotim itu pun masih dapat dimanfaatkan untuk usaha seperti pupuk dan sebagainya.

“UD Agro ini sebelumnya ibarat tubuh yang mengalami anemia. Lalu diberikan suntikan agar bisa lebih hidup,” ungkap Sukirman mengibaratkan.

Baca Juga  Kabur Saat Pelatihan di BLKLN Jatim, CPMI Asal Lotim Alami Patah Tulang

Hingga kini, UD Agro belum dapat menjelaskan alasan tidak diberikan suntikan modal di tahun 2021. Namun, Sukirman mengaku jika ia menolak untuk lupa bahwa pandemi Covid-19 kapan akan berakhir.

“Secara konkrit, alasan tidak ada suntikan modal belum saya bisa jelaskan. Namun, kepala daerah punya alasan tertentu dengan melihat dampak manfaat dan mudharatnya,” jelasnya.

Dilain sisi, ia mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemkab Lotim yang telah memberikan peluang kepada perusahaan daerah ini untuk lebih berinovasi.

“Itulah nawacita pemerintah sedapat mungkin bisa mensejahterakan rakyatnya. Karena, elemen yang ada di UD Agro ini harus disejahterakan,” tandas Sukirman.

Oleh karenanya, UD Agro tidak muluk-muluk meminta suntikan dana, cukup dengan Rp. 1 miliar. Ia khawatir jika banyak permintaan belum tentu PAD bisa direalisasikan.

“Mudah-mudahan di APBD Perubahan tahun ini, penentu kebijakan dapat memberikan modal stimulan untuk kemajuan perusahaan daerah ini,” harapnya. (wr-dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar