Tenaga Honorer Lotim Masih Minim Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

0
122

LOMBOK TIMUR – Dari 67 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Lombok Timur, baru 12 OPD yang sudah mendaftarkan tenaga honorernya untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Selong, Akbar Ismail mengatakan, hingga saat ini baru 1.262 tenaga honorer Non ASN yang sudah terdaftar menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga honorer ini belum ter-cover secara menyeluruh oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Memang semua itu bertahap, dari awal April hingga tadi siang kita masih menerima data, mudahan semuanya nanti bisa ter-cover,” terangnya saat ditemui wartawan, Sabtu (24/04).

Baca Juga  Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Bupati Lotim juga telah menginstruksikan kepada semua OPD untuk mendaftarkan semua tenaga honorernya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga 1 Mei mendatang.

Pihak BPJS sendiri mengaku tidak adanya kendali besar, hanya saja, SK para tenaga honorer tersebut telat keluar, dimana SK Non ASN keluar pada bulan Maret, juga terkendala dengan Anggaran Pemkab Lotim.

Adapun untuk biayanya sesuai dengan kesepakatan pihak BPJS ketenagakerjaa dengan Pemkab Lotim, dan iurannya pun sebesar Rp 10.000 per orang/bulan.

Baca Juga  Rekruitmen BPPD Tidak Transparan, DPRD Lotim Bakal Panggil Dispar

“Sistem pembayarannya diatur sendiri oleh masing-masing OPD, kemudian diserahkan kepada pihak BPJS. Kami hanya menerima dan mengeluarkan bukti kepesertaan saja, begitu terjadi resiko kerja, kami berkewajiban membayar,” ucapnya.

Lebih lanjut Akbar menjelaskan, manfaat dan keutungan yang didapatkan ketika terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat banyak sehingga dirinya berharap para OPD segera mendaftarkan tenaga Non ASN-nya. (wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar