Terkendala Modal, BUMDes Kumbang Bisa Berkembang

0
163

MASBAGIK, Warta Rinjani—Keterbatasan modal tidak menjadi alasan bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik. Keterbatasan itu justru mampu dijadikan tantangan untuk semakin berkembang.

“Modal awal kami di BUMDes hanya diberikan mengelola uang sebanyak Rp 100 juta,” ungkap Direktur BUMDes Amanah Desa Kumbang, Muhammad Amin SH, Sabtu (22/12) kemarin.

Dari modal yang dikelola itu, jelasnya, kini nilai aset yang yang dimiliki BUMDes Amanah mencapai Rp 1 miliar lebih. BUMDEs Kumbang sendiri menangani jenis usaha simpan pinjam dan penyediaan air minum isi ulang.

Khusus untuk usaha simpan pinjam, jelasnya, warga diberikan suku bunga yang rendah. Dengan kebijakan ini setidaknya peminjam di BUMDes merasa tidak terbebani dan sanggup mengembalikan pinjaman yang diberikan.

Baca Juga  Pemkab Lotim Beri Perhatian Kepada Honda Karena Dinilai Rentan

Cepatnya perkembangan BUMDes yang ditangani bukan tanpa sebab. Sebelum mengoperasikan jenis usaha yang digeluti, pihaknya terlebih dahulu terjun ke warga menyerap informasi. Dari aksi terjun ke lapangan itu diketahui aspek apa saja yang sangat dibutuhkan warga.

Keberhasilan Desa Kumbang dalam menjalankan usaha BUMDes rupanya menginspirasi desa-desa terdekat lainnya. Salah satunya, Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

Hasilnya, lima BUMDes di Kecamatan Sikur melakukan studi banding dan mempelajari sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan di Desa Kumbang. Selaku pihak yang lebih dulu sukses, BUMDes Kumbang pun tak pelit berbagi ilmu kepada desa-desa tetangganya. 

Kasi PMD Kecamatan Sikur, Baiq Windi menyatakan, 5 BUMDes dari wilayah Kecamatan Sikur berkunjung belajar manajemen pengelolaan BUMDes yang ada di Desa Kumbang. “Kami sebenarnya untuk bersilaturahmi, sekalian bermaksud ingin mempelajari manajemen pengelolaan keuangan desa khususnya BUMDes untuk menggali ilmu dari desa ini,” ucapnya.

Baca Juga  Dinas PTSP Lotim Tempati Posisi 3 Nasional

Sementara itu, Kepala Desa Kumbang M. Taufik  menegaskan, desa yang dipimpinnya merupakan hasil pemekaran dari desa induk Lendang Nangka. Desa ini sendiri baru berdiri 7 tahun silam.

BUMDes Desa Kumbang mulai ada sejak tahun 2016. Kendati diakuinya dalam perjalanan 2 tahun, belum bisa berjalan secara maksimal. Namun setelah dilakukan pergantian pengurus perlahan mulai berkembang.

BUMDes Amanah Desa Kumbang mengalami perubahan begitu pesat. Penyertaan modal yang awalnya Rp. 100 juta kemudian bertambah menjadi Rp 200 juta. Dari jumlah itu terus berkembang menjadi hampir Rp. 1 miliar. (cr-yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar