Terseret Arus Sungai, Rosidi dan Rozi Tewas

0
267
TEWAS: Mayat Rosidi dan Rozi terbujur kaku di salah satu ruangan Puskesmas Lepak setelah terseret arus sungai. (Sulpi/Warta Rinjani)

SAKRA TIMUR, Warta Rinjani—Tragis betul nasib Rosidi (17 tahun) dan Rozi Kurniawan (14) tahun. Dua remaja ini tewas setelah terseret arus sungai di Pengempal, Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur, sekitar pukul 14.00 Wita, Rabu (19/2).

Ihwal kematian keduanya bermula ketika sekitar pukul 13.00 Wita meminta izin kepada orangtuanya mandi di sungai. Saat meminta izin, mereka didampingi teman-temannya.

“Awalnya anak saya dan dua temannya ngajak pergi mandi di Pengempal sekitar Montong Tangi,” tutur orangtua Rosidi, Juasih, kepada Warta Rinjani.

Usai meminta izin, anaknya pun berlalu. Hanya saja dalam waktu yang cukup lama, Rosidi tak kunjung pulang. Buntutnya, Juasih mengaku curiga dengan hal tersebut.

Baca Juga  Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Namun karena tak bisa berbuat banyak, ia pun hany duduk menunggu kepulangan sang anak. Tak berselang lama, salah seorang teman anaknya datang dan melaporkan jika Rosidi dan Rozi hilang tenggelam.

Sadar anaknya dalam kondisi bahaya, Juasih lantas mengabarkan hal tersebut kepada warga sekitar. Ia dan warga lantas mencari sang anak di sepanjang tepi sungai tempat mereka mandi.

Singkat cerita dari pencarian itu, kedua anak yang tenggelam itu akhirnya ditemukan. Mereka lantas dilarikan ke Puskesmas Lepak.

“Tapi sampai di sana anak saya tidak bernyawa lagi sekitar pukul 14:25 Wita itu,” jelasnya.

Berbeda dengan Juasih, orang tua Rozi Kurniawan bernama Husni Tamrin justru nampak lemas. Sosok ayah bocah 14 tahun itu tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun meratapi kepergian anaknya.

Baca Juga  Pemkab Loteng Fasilitasi Dekranasda dan LASQI

Sementara itu, salah satu saksi mata, Ozi menuturkan, bahwa yang pertama tenggelam adalah Rozi. Melihat temannya tenggelam, Rosidi langsung terjun memberi pertolongan. Tetapi naas bagi keduanya sama-sama terseret arus dan tewas.

“Saya bergegas pulang untuk memberitahu kedua orang tua teman saya. Pikirannya saya itu tidak akan sanggup menolong keduanya akhirnya saya pulang,” tuturnya.

Sama halnya dengan petugas jaga Puskesmas Lepak, Ari menjelaskan, korban dibawa ke tempatnya sekitar pukul 14:22 Wita. Sesampainya, kedua korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Korban dibawa ke sini oleh orangtuanya dan langsung kami periksa dan ternyata keduanya sudah meninggal dunia,” tegasnya. (sul)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar