Tidak Diluluskan, CPNS UIN Mataram Protes

0
284

Selong, Warta Rinjani – Pengumuman kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah secara serentak diumumkan tanggal 21 Desember 2019 lalu, menyisakan persoalan baru.

Abdul Gafur, salah seorang CPNS alumni jurusan Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, justru mempertanyakan kualifikasi pendidikan Tadris yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Berbanding terbalik dengan di daerah lainnya, kualifikasi Tadris malah diloloskan. Padahal, kualifikasi Tadris sama dengan kualifikasi pendidikan di kampus lainnya. Demikian pula gelar yang disandangnya. “Kalau begini kebijakannya sama saja mempersempit peluang kerja khususnya alumni UIN Mataram,” protes Abdul Gafur melalui Warta Rinjani, Rabu (25/12).

UIN Mataram telah mengeluarkan surat permakluman perihal surat ‘Nomenklatur Prodi Tadris UIN Mataram, dengan nomor surat 2453/Un.12/PP.00.9/11/2019, tertanggal 11 Nopember 2019, dengan melampirkan surat Kementrian Agama RI Direktorat Jendral Pendidikan Islam, dengan nomor surat, Dj.I/Dt.I.IV/I/PP.00.9/2077/10, prihal Keterangan tentang ‘Status Program Studi Tadris pada Perguruan Tinggi Agama Islam.

“Dalam surat edaran itu, poin 2 sudah jelas dikatakan bahwa Prodi Tadris itu sama dengan prodi pada pendidikan perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.

Baca Juga  Terkait Penarikan Retribusi Pantai Suryawangi, Camat Labuhan Haji : Itu Bukan Pungli

Gafur, lalu mempertanyakan hal tersebut ke pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Lotim. Namun, oleh BKPSDM tidak berani menerima karena tidak masuk pada kualifikasi yang dibuka oleh Pemda Lotim.
BKSDM Lotim, tidak berani meluluskan kualifikasi Tadris, karena yang dibuka adalah kualifikasi pendididikan.

Menurutnya, aturan ini memperkecil ruang bagi lulusan UIN Mataram yg bernaung di Fakultas Tarbiyah yg menggunakan Tadris, ikut dalam mendaftar dan penjaringan ruang kerja. Kualifikasi Tadris di UIN Mataram bukan hanya jurusan Matematika saja. Tapi, ada juga Tadris lainnya seperti Tadris IPS, IPA biologi dan Fisika.

Baca Juga  Dikbud Lotim Respon Positif Aturan Pernikahan Dini Dikalangan Pelajar

Pelamar lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Saparwadi menganggap bahwa surat yang diterbitkan kampus UIN Mataram ternyata tidak berpengaruh Lombok Timur. “Kemarin ketika melakukan sanggahan ke BKSDM dalam hal ini panitia seleksi, tidak mau menerima surat dari kampus,” ucapnya.

Secara terpisah Kepala BKSDM Lotim, H.M. Isa, saat dihubungi menegaskan bahwa penerimaan CPNS tergantung kebijakan daerah setempat. “Itu tergantung kebijakan daerah setempat, bahkan ada surat lamaran yang tidak ditanda tangani misalnya, lulus administrasi,” kata Isa singkat.

Pelamar yang dinyatakan tidak lolos bisa melakukan sanggahan mulai tanggal 22 sampai dengan 23 Desember 2019 sesuai daerah tujuan pelamar. (cr-yk)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar