Tiga Siswi MAN 1 Selong Ciptakan Pendekteksi Formalin

0
2142

SELONG, Warta Rinjani—Hebat! Acungan jempol patur diberikan terhadap siswa MAN 1 Selong yang baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Siswa sekolah ini sukses menciptakan alat ppendeteksi formalin pada makanan.

“Kita bertiga berinisiatif untuk membuat alat pendeteksi fomalin. Ini menjadi alat micro,” kata salah satu siswa pencipta alat tersebut, Saftina Afriyanti, kepada Warta Rinjani, belum lama ini.

Ihwal penemuan ini disebutnya bermula dari angan-angan. Tak jarang setiap hari ia memikirkan kemungkinan adanya alat yang bisa mendeteksi formalin pada makanan.

Pikiran yang terus berjibun dari hai ke hari rupanya tak sanggup dibendung sendiri. Saftina Apriyanti lantas mendiskusikan apa yang dipikirkannya bersama guru pembinanya.

Singkat kisah, restu pun sudah dikantonginya. Namun berbekal restu dari guru pembina rupanya tidak cukup.

Pada hari-hari berikutnya Saftina Afriyanti mencoba melakukan penjelajahan dunia maya lewat searching google. Dari banyak penjelasan yang ditampilkan, ditemui bahwa alat rangkaian pembuatan alat tersebut lumayan rumit.

Ia mengatakan alat pendetkesi tersebut masih dalam bentuk boks besar. Padahal ia menginginkan alat tersebut berbentuk micro dan lebih simpel.

“Lewat pikiran itu saya menginginkan agar alat tersebut bisa dibawa kemana-mana dan bisa dipakai setiap hari,” jelasnya.

Ternyata lewat ketekunannya menggarap proyek yang digawanginya itu, ia pun sukses menciptakan alat tersebut.

Ia menciptakan alat ini lebih micro dalam bentuk cincin dan gelang. Tujuannya agar setiap makanan yang dipegang lansung bisa tersensor apakah makanan tersebut mengandung formalin atau tidak. 

Ia mengatakan, karena banyak makanan mengandung formalin, sangat bahaya untuk tubuh manusia. Efek dari formalin tersebut jika dikonsumsi seperti pusing, muntah-muntah dan bisa akan betdampak pada kematian.

Baca Juga  Rekruitmen BPPD Tidak Transparan, DPRD Lotim Bakal Panggil Dispar

Ia mengakui, meski alat yang dibuat ini belum sempurna, tapi masih dalam bentuk rancangan prototipe. Jadi, masih terhubung dengan kabel arduino.

Ia bersama tim sudah melakukan eksperimen pada makanan seperti bakso, tahu dan ikan. Dari eksperimen ketiga sampel tersebut, ia mencoba memberikan formalin dengan kadar tinggi. 

“Kita sampel di tiga jenis makanan yakni bakso, tahu dan ikan. Dari tiga sampel tersebut kita kasi formalin dari kadar rendah sampai dengan kadar tinggi,” ucapnya. 

Rupanya alat yang dibuatnya ini sukses mendeteksi keberadaan kandungan formalin yang melekat. Kadar formalin pada makanan disebutnya mempunyai tingkatan. Mulai dari 10 Persen, 20 persen, 30 persen sampai dengan 40 persen.

Dari eksperimen itu juga ia mendapatkan, makanan yang diberikan formalin teksturnya akan lebih keras. Misalnya pada makanan jenis tahu, bila diberikan formalin teksturnya lebih keras.

Ia mengatakan, semakin besar kandungan formalin pada makanan maka teksturnya akan lebih keras. 

“Jajanan yang banyak beredar dari masyakat itu kandungan formalinnya sampai dengan empat puluh persen,” katanya. 

Ia menyebutkan, alat utama pendeteksi formalin pada makanan ini adalah alat sensor tipe vgs 3611. Menurutnya, alat yang diciptakan itu sangat sensitif terhadap makanan yang mengadnung formalin dan tidak.

Kemampuan sensor alat tersbut, paparnya, sangat cepat. Begitu menemukan makanan yang mengandung formalin, meski belum disentuh langsung muncul notifikasi pada layar LCD display. 

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Mustahiq, Baznas Lotim Gandeng Instansi Pemerintah

“Kita menggunakan dua notifikasi. Yaitu bahaya dan aman. Kalau makanan tersebut mengandung formalin maka notifikasi pada alat tsrsebut bahaya, kalau tidak notifikasinya aman,” katanya. 

Ia menjelasakan, ia bersama tim membuat alat tersebut dari bulan Desember tahun 2019 sampai awal Januari 2020. Alat ini sudah dilombakan di LKTI Nasional Bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) pada Januari lalu di Udayana Bali.

Ia mengatakan, pihak sekolah sangat mendukung kegiatannya tersebut. Apapun kebutuhan penelitiannya, pihak sekolah mensuportnya baik dari segi alat dan bahan. 

“Sekolah juga sangat mendukung, maka kita akan kembangkan alat ini lebih baik dan sesimpel mungkin agar bisa dipakai di tengah masyarakat,” katanya. 

Selanjutnya dari salah sorang guru yang juga ketua Tim Keamanan Pangan MAN 1 Selong, Siti Nurdiana mengatakan, ia sangat apresiasi penemuan alat tersebut. Penemuan ini bisa mendeteksi kandungan formalin pada makanan. 

Ia mengatakan, makanan yang mengandung formalin sangat bahaya bagi kesehatan tubuh. Formalin bisa menyebabkan pusing sampai meninggal.

Ia mengatakan, bagi pengusaha mungkin dengan memberikan formalin agar bahan dagangan bisa tahan lama. Seperti tahu misalnya yang hanya bisa bertahan sampai 9 jam. Jika diberikan formalin akan bertahan lama. 

“Semoga ini bisa bermanfaat tertutama untuk sekolah dan masyarakat secara umum, agar kita bisa memilih makanan yang sehat terutama terhindar dari makanan yang mengandung formalin,” katanya

Senada, Waka Kurikulum MAN 1 Selong, Mahfud SPd mengatakan, dirinya dan pihak sekolah akan terus mendukung kegiatan siswa-siswinya. Baik berupa alat dan bahan. 

“Kalau tidak ada di sini, kita akan carikan sampai ketemu. Di MAN 1 Selong ini banyak ekstrakulikulernya. Jadi selain ia menyiapkan kemampuan siswa dalam pendidikan formal, sekolah juga harus menyediakan kegiatan non formalnya,” tandasnya. (cr-pol) 

Saipul Yakin/Warta Rinjani

HEBAT: Tiga siswi MAN 1 Selong pencipta alat deteksi formalin, Baiq Ade Winanda Agustia Ayu (kiri), Saftina Afriyanti (tengah), Alifa Maulin Hafsari (kanan) sedang berfose bersama.

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar