Tim Satgas Masih Verifikasi Penerima Bantuan Sosial

0
178
VIDCOM: Sekda Lotim, HM Juaini Taofik menggelar video conference bersama awak media. (Suhaidi/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah mengkalkulasikan jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Pangan Sosial (BPS).

Pemberian bantuan itu diutamakan bagi masyarakat yang menerima dampak langsung dari adanya kebijakan pemerintah terkait penanganan Corona Virus Disease (Covid)-19. Selain paket sembako, bantuan berupa uang juga bakal diterima warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik menegaskan, dampak pelambatan ekonomi sangat dirasakan betul oleh seluruh masyarakat. Pelambatan ini sebagai salah satu akibat pemberlakuan kebijakan selama wabah virus corona.

Akibat dampak tersebut, Pemkab Lombok Timur masih memverifikasi warga yang berhak menerima dampak sosial dan ekonomi itu. Posisi kisaran angka yang telah ada, warga penerima bantuan sebanyak 52.729 kepala keluarga (KK) dengan anggaran sebesar Rp 37,5 miliar.

Dalam penyaluran bantuan pangan sosial, jelasnya, satu kepala keluarga hanya menerima satu fasilitas. Dalam penyalurannya pun tidak dierima secara bersamaan. Hal ini untuk menghindari terjadinya bantuan double atau lebih dari satu fasilitas.

Baca Juga  Suntik Vaksinasi Covid-19 Capai 100 Persen

Jika dihitung secara menyeluruh, baik itu bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, maka jumlah penerima bantuan lebih dari 350 KK.  320 ribu KK diantaranya sebgai sasaran menerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari berbagai fasilitas.

“Bantuan Langsung Tunai  (BLT) dari Kemensos RI dari yang diterima dari masing-masing rekening masyarakat sebesar Rp 600 ribu per KK untuk 3 bulan kedepan. Mulai Mei, Juni dan Juli,” jelas Juaini Taofik dalam video conference bersama awak media Lombok Timur, Jum’at (17/4).

Disebutkan Juaini Taofik, BPS di Lombok Timur berada pada angka 162.393 KK lebih atau terjadi peningkatan sebanyak 25 ribu KK dari bulan sebelumnya. Angka tersebut secara komulatif berasal dari berbagai struktur sosial yang berbeda termasuk diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mengacu data dari Kemensos RI, penerima BLT dari Lotim yang langsung dari pusat berjumlah 77.300 KK. Paket  Sembako Gemilang yang dapatkan dari Pemprov NTB sebanyak 37.578 KK. Jika ditotal 3 komponen tersebut didapatkan angka penerima bantuan sebanyak 277.271 orang.

Baca Juga  Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Namun, untuk sasaran warga penerima bantuan dari Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lombok Timur berada pada angka 52.272 KK. Penerima bantuan inilah yang nantinya menjadi perhatian Peemkab Lotim untuk disalurkan ke masing-masing warga yang berhak menerima.

Tidak hanya itu, sesuai Permendes No. 20 tahun 2020 bahwa APBDes juga dipersiapkan untuk menganggarkan paket sembako.

“Melalui BPNT masing-masing mendapatkan Rp. 200 per KK, Provinsi NTB sebesar Rp. 250 ribu per KK dan JPS Lotim sebesar Rp. 250 ribu per paket,” jelasnya.

Pemkab Lotim juga telah mempersiapkan Agro Selaparang,  perusahaan daerah sebagai rekanan yang ditunjuk untuk pengadaan paket sembako. Sesuai Inpres No. 4 tahun 2020 dan Permendagri No. 20 tahun 2020 tentang pengadaan barang dan jasa  tidak dilakukan melalui pelelangan. Karena sifatnya darurat, maka akan ditunjuk langsung dalam pengadaannya.

Agro Selaparang sebagai penyedia paket sembako dapat memanfaatkan UKM-UKM lokal dan suplair lokal di wilayah Lombok Timur. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar