Tuntut Insentif, HIMPAUDI Lotim Datangi Kantor Dikbud

0
91

LOMBOK TIMUR – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Lombok Timur mempertanyakan kejelasan ribuan nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Jum’at (16/4).

Ketua HIMPAUDI Lotim, Usman menegaskan selain meminta kejelasan dan perhatian Pemda, kehadirannya ke Dinas Dikbud untuk mempertanyakan persoalan data penerima dana insentif yang diperuntukkan bagi 600 guru PAUD dari Bupati Lotim.

“Kita ingin keterbukaan, mana data-data itu supaya saya selaku ketua Himpaudi tidak difitnah, karena pak bupati bilang sudah diserahkan 600 orang. Tapi mana dia,” terang Usman kepada wartawan.

Data guru-guru PAUD sejumlah 600 orang tersebut hingga saat ini belum diketahuinya. Mengingat pendataan guru-guru PAUD dilakukan oleh oknum diluar HIMPAUDI.

Baca Juga  Tuntaskan Area Blank Spot, Pemprov NTB Bangun Kerja Sama Dengan PT. TELKOM

Usman menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi dari pemangku kebijakan Pemda Lotim, pencairan dana insentif yang diperuntukkan bagi 600 orang guru tersebut dicairkan melalui Dikbud.

“Kedatangan kami untuk menuntut janji politik yang telah dijanjikan kepada ribuan guru PAUD yang ada di Lotim,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, ST, MT berjanji akan berupaya untuk memberikan insentif gaji guru PAUD.
Insentif tersebut akan terus diupayakan dan tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Pemberian insentif itu akan disesuaikan dengan anggaran yang ada, karena anggaran banyak yang terpotong oleh karena sejumlah program,” jelasnya.

Baca Juga  H. Rumaksi : PAD Lotim Belum Sesuai Harapan

Adanya data 600 guru yang dijanjikan itu, pihaknya akan melakukan penelusuran sehingga dapat diketahui alur komunikasi yang terjalin antara dinas terkait dengan pimpinan daerah lotim.

“Dari 600 yang terdata hanya 200 nama yang keluar. Lalu, sisanya 400 nama harus saya telusuri dahulu dari awal, bagaimana mekanisme pengusulannya, siapa yang menyampaikan ke pimpinan sehingga pimpinan mengarahkan untuk dialokasikan,” tanya Dewanto Hadi.

Adapun untuk jumlah guru ASN dan Non ASN TK/PAUD di Lotim sebanyak 4762 orang, dengan jumlah guru ASN sebanyak 100 orang sementara untuk guru sertifikasi kurang dari 100 orang.(wr-sid)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar