Unik, SDN 1 Keselet Jadikan Presean Muatan Lokal

0
335

SAKRA, Warta Rinjani – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Keselet, Kecamatan Sakra, Lombok Timur memasukan salah satu budaya Sasak ke dalam kurikulum muatan lokal, yakni Presean

Presean merupakan salah satu budaya, olahraga, dan seni bela diri suku Sasak di Lombok. “Masuknya Presean sebagai salah satu muatan lokal di SDN 1 Keselet, tidak terlepas dari hobi dan keseharian siswa-siswi disini,” kata seorang guru sekaligus Pembina Presean, SDN 1 Keselet, Halidi, Kamis (16/1).

Halidi mengatakan, presean dijadikan sebagai salah satu pilihan muatan lokal dikarenakan siswa gemar sekali memainkan permainan yang satu ini. Setiap keluar main jam belajar, murid-murid di sekolah ini tak jarang melakukan kontak fisik lewat olahraga yang dimainkan dengan stik dan tameng ini.

Muridnya juga seringkali menjadikan buku sebagai ende (tameng, Red) dan pelepah pisang sebagai penjalin (alat pukul, Red). Melihat fenomena itu guru dan kepala sekolah, dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, bersepakat untuk membentuk paguyuban presean.

Ditambahkan, selain merupakan budaya lokal, presean juga termasuk dalam olahraga. Presean banyak sekali mengandung edukasi dan nilai positif diantaranya nilai budaya, disiplin, melatih mental dan keberanian, serta nilai pengembangan diri lainnya yang penting dikembangkan sejak usia sekolah dasar.

“Setiap permainan ada saja nilai positif dan negatifnya. Namun, kami melihat sisi positif dari kegiatan presean,” ucapnya.

Dikatakannya, dengan menjadikan presean sebagai salah satu muatan lokal, secara otomatis SDN 1 Keselet menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berperan lansung melestarikan budaya leluhur. Jangan sampai budaya Sasak hilang begitu saja.

Menurutnya, gerakan-gerakan seperti ini perlu ditingkatkan. Harapannya, kelak generasi berikutnya bisa mengetahui bahwa mereka memiliki tradisi yang unik. “Sudah saatnya sebagai anak bangsa melindungi segala bentuk warisan leluhur,” lanjutnya.

Pihaknya terlihat risau karena banyak kebudayaan di Indonesia diklaim pihak luar. Karena itu, budaya presean ini harus dilestarikan sebagai identitas budaya nusantara. Di SDN 1 Keselet, lanjutnya, peralatan untuk tradisi ini memang mudah dibuat. Di SDN 1 Keselet punya dua buah ende (tameng) dan sepuluh penjalin (alat pukul).

Penjalin ini bukan seperti penjalin pada umumnya. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan murid agar tidak terjadi kebocoran, penjalin ini dilapisi dengan gabus. Jika mengenai anggota badan seperti kepala tidak sakit.

Muatan lokal ini diselenggarakan pada setiap hari Kamis. Kebetulan pada hari itu pihak sekolah menerapkan pakaian adat sebagai seragam.

“Kedepan SDN 1 Keselet bukan hanya budaya presean akan dijadikan sebagai muatan lokal namun juga budaya lainnya. Ini berkat ide segar dari kepala sekolah SDN 1 Keselet, selain seorang guru ia juga seorang budayawan,”sanjungnya.

Baca Juga  Lima Pelaku Kepemilikan Sabu Diringkus Satresnarkoba Lotim


Selanjutnya, Kepala Sekolah SDN 1 Keselet, Murdiyah mengatakan, mengangkat budaya peresean sebagai salah satu muatan lokal tidak lain demi melestarikan budaya Sasak. Dikatakannya, budaya Sasak saat ini masih berada di luar lembaga pendidikan.

Praktis ketika masyarakat Sasak bertanya mengenai tradisi, jarang mampu menjelaskan nilai yang terkandung. Misalkan presean memiliki budaya yang sangat kental dengan kedisiplinan, keberanian bahkan perdamaian.

“Kedisiplinan dan keberanian akan selalu menjadi unsur penting menciptakan moral, sikap, akhlak, selain agama,”ucapnya.

Murdiyah juga menyebut, suku Sasak kaya sekali dengan budaya yang mampu membentuk akhlak masyarakatnya. Diantaranya presean, begasing, cencengklak, main sodor, dan masih banyak lagi budaya Sasak lainnya.

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sakra, H. Nukman mengatakan, kegiatan muatan lokal di SDN 1 Keselet merupakan terobasan yang sangat unik dan menarik.

“UPT Dikbud sangat mengapresiasi kegiatan di SDN 1 Keselet. SDN 1 Keselet, SD satu-satunya di Lotim yang menjadikan budaya presean ke dalam muatan lokal atau kegiatan sekolah,” tandasnya. (cr-pol)

Baca Juga  Dituding Gelapkan Aset Partai H. Maidy : Saya Akan Lawan

Berita dan photo : Saipul Yakin/Warta Rinjani
Berita Photo : “BERDAMAI USAI PRESEAN” salah satu nilai budaya dalam presean yang menginspirasi SDN 1 Keselet menjadikannya sebagai salah satu kurikulum muatan lokal (Mulok)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar